Bebek Mereseng Lombok, Kuliner Tradisional Kaya Rempah
- 27 Feb 2026 20:33 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Bebek mereseng merupakan salah satu olahan bebek khas masyarakat di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dalam laman resmi promosi kuliner daerah NTB, istilah “mereseng” merujuk pada teknik memasak hingga bumbu menyusut dan meresap kuat ke dalam daging. Karakter ini sejalan dengan ciri kuliner Lombok yang kaya rempah dan bercita rasa gurih.
Dalam proses pengolahannya, bebek yang digunakan umumnya bebek lokal berukuran sedang agar teksturnya tidak terlalu keras. Daging dibersihkan dan dilumuri perasan jeruk nipis atau asam untuk mengurangi aroma amis sebelum dimasak bersama bumbu halus seperti bawang merah, bawang putih, cabai, kemiri, kunyit, jahe, lengkuas, dan ketumbar. Penggunaan rempah-rempah tersebut mencerminkan pola bumbu dasar masakan tradisional Indonesia yang dijelaskan dalam literatur kuliner Nusantara.
Proses “mereseng” dilakukan dengan memasak bebek dalam waktu cukup lama menggunakan api kecil hingga air menyusut dan bumbu berubah menjadi lapisan pekat yang membungkus daging. Teknik memasak perlahan seperti ini dikenal dalam tradisi kuliner Indonesia sebagai metode untuk memperdalam rasa dan menghasilkan tekstur empuk, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai publikasi gastronomi tradisional Indonesia.
Menurut informasi kuliner tradisional masyarakat Sasak, dalam penyajiannya, bebek mereseng biasanya disantap bersama nasi putih hangat, sambal merah atau hijau khas Lombok, lalapan segar, dan kadang dipadukan dengan tahu atau tempe goreng. Kombinasi lauk dan sambal pedas ini menggambarkan identitas rasa masyarakat Sasak yang menyukai sensasi pedas dan gurih dalam satu hidangan.
Secara budaya, olahan bebek seperti bebek mereseng menjadi bagian dari ragam kuliner daerah yang memperkaya khazanah makanan Nusantara. Keberagaman menu berbasis rempah dari Lombok menunjukkan kekuatan identitas lokal yang terus dipromosikan dalam pengembangan ekonomi kreatif daerah.