Ragam Kuliner di Kota Mataram ketika Bulan Ramadhan

  • 28 Feb 2026 21:55 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Sejak awal Ramadhan, banyak pedagang kuliner di Kota Mataram, berjualan makanan khas daerah yang banyak dicari oleh masyarakat untuk berbuka puasa. Ada makanan khas Lombok, dan Sumbawa

Masyarakat di Lombok dan Sumbawa memiliki ciri khas budaya masing-masing. Perbedaan tampak dari pakaian adat, musik tradisional, dan kuliner.

Persentuhan budaya di kalangan masyarakat Lombok dan Sumbawa membuat kuliner tradisional semakin populer, terutama di bulan puasa, seperti Sepat makanan khas Sumbawa. Sepat saat ini banyak tersaji di rumah makan, bahkan di pasar tradisional sekalipun. Selain rasanya yang lezat,dapat menyegarkan tubuh setelah berpuasa sepanjang hari.

Ibu Rohmiati seorang juru masak di Ampenan, mengatakan, percampuran rasa jeruk purut dan wanginya daun Ruku-Ruku menjadikan Sepat diminati sebagai hidangan berbuka puasa. Cara membuatnya pun terbilang mudah, yakni dengan membakar semua sayur bumbu Sepat. Begitu pula ikan Kembung dan sayur Gambas, bahan membuat Sepat.

Warga Sumbawa Barat, Roy Marhandra mengatakan, pedagang Sepat di Kota Taliwang tidak hanya orang Sumbawa tetapi warga Lombok yang tinggal di Sumbawa. Konsumennya banyak, terutama warga kos-kosan, sehingga dapat ditemui di setiap rumah makan di Taliwang.

Roy membenarkan, persentuhan budaya melalui pernikahan antarsuku Sasak dari pulau Lombok dengan Samawa dari pulau Sumbawa secara tidak langsung menjadikan kuliner khas satu daerah semakin digemari banyak anggota keluarga. Bahkan, tidak sedikit wisatawan yang berkunjung sekadar untuk memesan Sepat untuk dibawa pulang, Sepat mampu bertahan sampai sore jika dimasak pagi hari.

Di kalangan masyarakat Sasak di Pulau Lombok, pada bulan puasa, Pelecing Kangkung merupakan makanan favorit warga ketika berbuka puasa karena rasa pedasnya menambah nafsu makan. Membuat Pelecing tak kalah mudahnya dengan Sepat. Berbahan dasar Kangkung Lombok, bumbu pelecing meliputi cabe merah, tomat, garam, dan air jeruk purut guna menambah rasa segar Pelecing.

Seluruhnya kemudian diulek dalam cobek besar kemudian ditambah kelapa parut. Bumbu yang sudah jadi ini disebut Sambal Pelecing. Kangkung yang sudah direbus kemudian disuwir dan dicampur dengan sambal pelecing. Kemudian dihidangkan sebagai menu wajib saat berbuka puasa. Pelecing kangkung dapat disajikan bersama ayam goreng dan taoge untuk memperkaya gizi.

Disuwir di sini maksudnya adalah, batang kangkung dibelah-belah memanjang, sepanjang batang utuh. Hal ini merupakan keunikan cara memasak Pelecing Kangkung khas Lombok, karena kangkung direbus utuh tanpa dipotong. Tentu setelah dibersihkan dari kotoran. Batang kangkung yang lembut, tidak kaku dari ujung hingga pangkal membuat seluruh batang kangkung dapat dikonsumsi. Rasanya lembut tapi renyah, benar-benar spesial. Merebusnya pun tidak perlu waktu lama, hanya dua menit. Lebih dari itu kangkung akan terlalu lembek.

Kangkung jenis ini hanya ada di Lombok. Ada yang mencoba membudidayakan di daerah lain tetapi tidak berhasil. Karena itu Kangkung Lombok sering menjadi oleh-oleh. Rumah-rumah makan yang menyajikan menu Pelecing Kangkung di luar Pulau Lombok masih harus mendatangkan bahan baku kangkung dari Lombok.

Rekomendasi Berita