Sound Of Magic Island Rilis Singel Berjudul Senggigi
- 22 Feb 2026 16:06 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Sound of Magic Island resmi merilis singel berjudul Senggigi. Lagu yang liriknya melukiskan keramahan masyarakat Senggigi, kenyamanan dan keindahan pariwisata Senggigi, Lombok Barat.
Menandai rilis singel itu, Apip Sutardi, vokalis, mengirimi RRI Mataram tautan kanal YouTube resmi Sound Of Magic Island melalui aplikasi komunikasi Whatsapp, Minggu, 22 Februari 2026. Apip juga mengirim siaran pers tentang rilis lagu Senggigi.
Tautan berisi video klip lagu Senggigi yang diunggah Sound Of Magic Island di YouTube. Video disertai deskripsi berisi latar belakang terciptanya lagu Senggigi. Pun, lirik, pencipta, personel grup, pihak yang terlibat di dalam pengerjaan video klip, alamat surel, dan tautan media sosial.
Siaran pers menyebutkan, planning awal membuat mini album musik akustik akhirnya berubah karena pengerjaan album yang diperkirakan memakan waktu yang cukup lama. Ditambah kesibukan dari musisi pendukung. Akhirnya diputuskan untuk mengeluarkan single lagu Senggigi lebih dulu sebagai konsistensi dan eksistensi kekaryaan Sound Of Magic Island yang sudah satu tahun ini mewarnai musik Indonesia dan Lombok.
Lagu Senggigi ditulis untuk mengingat momen pertama kali ketika Apip ke Lombok dan bermain musik di Marina Café Senggigi (2001). Saat itu, Lombok dengan Pantai Senggigi sangat dikenal indah, ramai dan maju di mata wisatawan. Bahkan ada anggapan wisatawan, jika berlibur ke Lombok, maka wajib mengunjungi Pantai Senggigi.
Apip mengatakan, lagu Senggigi ditulis untuk menggambarkan situasi Senggigi dulu sampai sekarang. Ya, pantainya, makanan khas, kafe, nasi bungkus, ikan bakar, restoran, selancar atau surfing, kopi jalanan, tempat nongkrong, keramahan orang-orangnya dan senja di Senggigi. Sunset yang indah menjadi kombinasi komplit untuk merasakan kehangatan Senggigi. Keindahan bukan hanya dari panorama alam yang terlihat, tapi kombinasi semua unsur tadi yang menjadikan vibes Senggigi menjadi berbeda dari tempat wisata lainnya.
Lagu Senggigi dikerjakan mulai 22 Januari 2026 di studio MGCISLND RECORDS, Sandik, Batulayar, Lombok Barat dengan Chily sebagai operator, mixing dan mastering. Dibantu musisi pendukung, diantaranya Panji (Gitar Akustik), Ebonk (Bass Akustik), Antoq (Djembe, Perkusi) dan Apip (Vocal, Backing Vocal, Pianica, Perkusi). Pengerjaan selesai dalam waktu tiga minggu. Pengerjaan Video Klip dan Artwork dikerjakan selama satu minggu oleh MGCISLND CREATIVE, yang digawangi Dedek Tri Utama.
Alat-alat musik yang dipergunakan dibantu Arif dari ArifTone lewat peminjaman gitar akustik dan bass akustik yang menjadi elemen penting dalam penggarapan musik di lagu.
Musik akustik menjadi pilihan dalam penggarapan Senggigi. Bertujuan untuk menciptakan vibes music yang lebih natural dan alami dari setiap bunyi yang dihasilkan dan diharapkan akan membuat pendengar lebih rileks dalam mendengarkan setiap nada yang dipadukan ritme reggae yang santai. Sehingga pendengar dapat dengan mudah membayangkan dan menikmati Senggigi itu sendiri dari setiap penggalan lirik lagu yang didengar.
Sebelum lagu Senggigi diperdengarkan ke publik secara resmi (launching), telah dilakukan “cek ombak” atau uji publik dulu lewat memperdengarkan lagu Senggigi kepada 16 orang audiens secara acak dari semua unsur termasuk warga Senggigi, pelaku wisata, musisi, pelancong luar daerah, manager kafe, pedagang, Warga Negara Asing, di tengah situasi (siang yang terik, pagi, malam, macet, dan lainnya).
Konten “reaksi pertama” itu dibuat dengan sengaja untuk melihat ekspresi audiens ketika mendengarkan lagu ini, serta komentar mereka setelah mendengar lagu tersebut secara natural dan spontan. Hal ini penting dilakukan, agar lebih meyakinkan saya sebagai pembuat lagu bahwa lagu ini layak untuk diluncurkan karena berdampak positif kepada pendengar seperti yang diharapkan. Kemudian konten diunggah di media sosial supaya dapat menggali komentar dari audiens lainnya.
Pengalaman menyenangkan dan berharga ketika dapat melihat reaksi dan mimik dari audiens yang mendengar Senggigi untuk pertama kali. Ada yang tersenyum kecil, senyum senang, senyum bahagia, tertawa lebar, joget santai, mengangguk-angguk, menggerakan kaki dan tangan, menerawang ke masa lalu, mengangkat dua jempol dan lainnya. Beragam komentar positif langsung disampaikan, terutama apresiasi mereka terdengar sangat jujur dan spontan.
Pembahasan Senggigi secara tidak sadar langsung tercipta setelah mendengar lagu ini. Ada yang menceritakan masa lalu nongkrong di Marina, makan sate bulayak setiap weekend, perjuangan bekerja menjadi guide, mengomentari masakan nasi bungkus Inak Iyek yang lezat dan tidak pernah berubah rasanya, situasi kejayaan Senggigi di era 90an, dan komentar beragam lainnya.
Seru dan menarik ternyata impak dari lagu Senggigi. Kebanyakan pendengar mengaku sangat merindukan Senggigi pada zaman kejayaan dulu yang ramai dengan turis lokal dan mancanegara, pantai yang bersih dan indah, masyarakatnya ramah dan sejahtera.
“Semoga lagu Senggigi ini dapat disukai dan diterima oleh semua masyarakat dan para pendengarnya, berdampak positif di segala hal, serta menjadi kerinduan bagi orang-orang yang mempunyai kenangan dengan Senggigi, kata Apip.
Senggigi sudah dapat dinikmati di Channel YouTube “Sound Of Magic Island” dan juga di Spotify, apple music, YouTube music, joox, TikTok dan di platform music digital lainnya.