15 Tahun Berkarya, Dadali Rilis Single Baru tanpa Dirimu Disisiku
- 10 Mar 2026 20:14 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Mengawali kiprahnya di industri musik Tanah Air sejak tahun 2009, grup band Dadali telah berhasil menorehkan berbagai prestasi gemilang. Salah satu pencapaian ikonik di awal kemunculannya adalah saat mereka meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) pada Januari 2011 silam.
Penghargaan bergengsi sebagai "Viewer Terbanyak dan Tersingkat" tersebut didapatkan melalui video musik berjudul Disaat Aku Mencintaimu. Video yang diunggah ke kanal YouTube itu sukses meledak dan menjadi fenomena digital pada masanya, mempertegas posisi Dadali sebagai pendatang baru yang diperhitungkan.
Namun, perjalanan karier Dadali tidak selamanya mulus. Tahun 2021 menjadi lembaran paling memilukan sepanjang sejarah band ini karena mereka harus kehilangan dua pilar sekaligus. Yuda sang gitaris dan Rixx sang keyboardist meninggal dunia akibat sakit yang diderita, meninggalkan duka mendalam bagi personel yang tersisa.
Memasuki awal tahun 2024, semangat baru mulai berkobar. Dua personel yang bertahan, Dyrga (Vokal) dan Ikar (Gitar), memutuskan untuk memperkuat formasi dengan mengajak Boim (Gitar) dan Hendi (Bass) bergabung sebagai personel tetap. Langkah ini diambil untuk memastikan mesin musikal Dadali terus berputar.
Kini, Dadali kembali menyapa penikmat musik Indonesia dengan merilis single terbaru berjudul Tanpa Dirimu Disisiku. Lagu ini bukan sekadar karya baru, melainkan simbol representasi Dadali sebagai pilar yang kokoh dan tidak terpisahkan dari sejarah perkembangan musik pop tanah air.
Sejak awal, Dadali dikenal konsisten menghadirkan karya-karya bertema cinta yang sederhana, jujur, dan mudah diterima oleh berbagai kalangan. Lewat single ini, mereka kembali menegaskan eksistensinya sebagai band yang tetap relevan di tengah dinamika industri musik yang terus berubah cepat.
Tanpa Dirimu Disisiku hadir dengan konsep musik pop manis yang ringan dan easy listening. Aransemen yang lembut dipadukan dengan lirik yang kuat menjadi kekuatan utama, menciptakan nuansa yang sangat membekas bagi siapa saja yang mendengarkannya.
Vokalis Dadali, Dyrga, mengungkapkan bahwa lagu ini mengusung makna yang sangat emosional. Menurutnya, lagu ini berbicara tentang perasaan yang sering dialami oleh banyak pasangan yang baru menyadari arti kehilangan setelah semuanya terlambat.
“Lagu ini jadi sebuah anthem bagi mereka yang tengah dilanda penyesalan mendalam . Hanya karena ego, telah menyia-nyiakan seseorang yang menjadikannya sempurna sebagai manusia," ujar Dyrga saat menceritakan makna di balik lagu barunya tersebut.
Lebih lanjut, Dyrga menjelaskan bahwa lagu ini menggambarkan sosok yang selalu ada di setiap suasana namun kini telah tiada. "Seseorang yang selalu hadir di setiap suasana. Kini i a hanya bisa meratapi kesendirian dan rasa kehilangan yang tiada akhir,” tambahnya lagi.
Melalui rilis terbaru ini, Dadali membuktikan konsistensi dalam menjaga karakter genre pop melankolis yang telah menjadi ciri khas mereka. Meskipun tren musik terus berganti, Dadali tetap setia pada jalur yang telah membesarkan nama mereka selama belasan tahun.
Kehadiran single ini diharapkan dapat memperkuat posisi Dadali sebagai salah satu band besar yang memberi warna pada industri musik, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Asia. Selama 15 tahun, mereka telah melahirkan deretan hits seperti Disaat Sendiri hingga Disaat Patah Hati yang sukses diapresiasi hingga ke mancanegara.