Puncak Kemarau 2026 di Sumut Diprediksi Juni–Agustus, Waspada Karhutla
- 10 Mar 2026 14:48 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di Sumatera Utara pada 2026 terjadi antara Juli hingga awal Agustus.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Utara, Wahyudin, mengatakan berdasarkan pola normal curah hujan, sebagian wilayah di Sumatera Utara mulai mengalami penurunan intensitas hujan sejak awal tahun.
“Secara umum mulai Februari hingga Maret beberapa wilayah sudah mulai memasuki periode kemarau, terutama di wilayah pantai timur,” ujar Wahyudin pada Press Release Prediksi Musim Kemarau Sumatera Utara Tahun 2026, secara virtual zoom, Selasa, 10 Maret 2026.
Wahyudin menjelaskan, penurunan curah hujan diperkirakan semakin terasa pada periode Juni hingga Agustus, yang menjadi fase dengan curah hujan terendah di sebagian besar wilayah Sumatera Utara.
“Pada Juni hingga Agustus mengidentifikasikan hampir seluruh wilayah Sumatera Utara sudah mulai memasuki musim kemarau,” katanya.
Menurutnya, pada puncak musim kemarau Juni hingga Agustus perlu menjadi perhatian berbagai pihak, terutama dalam mengantisipasi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah daerah yang rawan.
“Dua tahun yang lalu terjadi kebakaran hutan dan lahan di daerah Asahan dan Labuhanbatu, termasuk di wilayah Samosir. Jangan sampai nanti berlanjut hingga Agustus–September,” ucapnya.
Ia menyebut beberapa wilayah yang perlu diwaspadai antara lain kawasan Labuhanbatu dan sekitarnya. Kemudian wilayah di sekitar Danau Toba yang pada periode tertentu berpotensi mengalami kekeringan, diantaranya Kabupaten Samosir, Simalungun, hingga Karo.