Kuliner Tionghoa yang Bertahan di Indonesia

  • 24 Jan 2026 18:48 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Kwetiau, salah satu hidangan mie asal Tionghoa, sudah lama menyatu dengan khazanah kuliner Indonesia. Menariknya, makanan berbahan mie pipih dari tepung beras ini justru kembali naik daun dan digemari generasi muda. Dari gerobak kaki lima hingga restoran berkonsep modern, kwetiau hadir dengan wajah yang makin beragam.

Sejarah mencatat, kwetiau diperkenalkan oleh komunitas Tionghoa yang menetap di Indonesia. Pada awal kemunculannya, kwetiau disajikan secara sederhana dengan bumbu yang minim. Seiring waktu, hidangan ini beradaptasi dengan selera lokal dan berkembang menjadi berbagai varian dengan cita rasa khas Nusantara.

Kini, kwetiau dikenal dalam banyak olahan, mulai dari kwetiau goreng, kwetiau siram, hingga kwetiau kuah dengan sentuhan pedas. Bahan-bahannya yang sederhana dan bumbu dapur yang mudah ditemukan membuat kwetiau kerap menjadi pilihan menu praktis, baik untuk santapan sehari-hari maupun hidangan keluarga.

Mengutip buku Kuliner Khas Tionghoa di Indonesia: Rahasia Resep dan Kisah di Baliknya karya Nick Molodysky, kwetiau juga dikenal dengan sebutan char kwetiau. Hidangan ini umumnya dimasak menggunakan wajan besar, baik untuk versi goreng maupun rebus. Di balik rasanya yang digemari lintas usia, kwetiau menyimpan beragam teknik memasak yang bisa disesuaikan dengan selera.

Bang Mail, penjual kwetiau di kawasan Darusalam, Medan menyebut proses pengolahan kwetiau relatif mudah dan tidak memakan waktu lama. Menurutnya, kunci kelezatan kwetiau terletak pada teknik memasak dan keseimbangan bumbu yang digunakan.

“Gampang aja, masak aja pakai api yang besar” ungkapnya kepada rri.co.id, Kamis (22/1/2026).

Rekomendasi Berita