Anak Muda Merauke Kembangkan Aplikasi POS Untuk UMKM
- 15 Mei 2025 11:45 WIB
- Merauke
KBRN, Merauke : Sekelompok anak muda di Merauke, Papua Selatan, membentuk komunitas pengembang aplikasi dan website untuk mendukung digitalisasi di wilayah paling timur Indonesia. Mereka bergerak mandiri tanpa bantuan pemerintah, dengan harapan ke depan bisa mendapat dukungan agar inovasi lokal ini makin berkembang.
Beranggotakan empat orang dari latar belakang pendidikan Sistem Informasi, komunitas ini fokus mengembangkan solusi teknologi yang sederhana dan sesuai dengan kondisi di Papua Selatan. Mereka melihat masih minimnya pelaku UMKM yang memanfaatkan teknologi, terutama dalam pencatatan transaksi usaha.
Salah satu produk unggulan yang dikembangkan adalah aplikasi Point of Sale (POS) yang dirancang khusus untuk usaha makanan dan minuman seperti kafe dan kedai kopi. Aplikasi ini memuat fitur pencatatan penjualan, manajemen stok, dan laporan keuangan harian yang mudah digunakan bahkan oleh pemilik usaha pemula.
Sebelumnya, komunitas ini juga sempat bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Merauke melalui Dinas Tanaman Pangan untuk pembuatan website, serta dengan beberapa pihak swasta. Namun, tantangan mereka saat ini adalah menyesuaikan inovasi dengan kondisi daerah yang baru masuk tahap awal transformasi digital.
“Kami membentuk komunitas karena sulit sekali menjalin relasi di bidang IT di Merauke. Selain cari ilmu, kami juga ingin bangun branding diri dan dorong UMKM agar naik kelas lewat teknologi,” ujar salah satu anggota komunitas, Nanda Jefri Talantan, Rabu (15/5/2025).
Salah satu anggota lainnya mengaku kesulitan yang dialami di Merauke yaitu dimana digitalisasi masih belum terlalu masif digunakan. Anggi Ihwal Prayoi merasa hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi komunitas yang bergerak di bidang digital ini.
Mereka berharap pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan komunitas lokal bisa mendukung dan membuka ruang kerja sama lebih luas. “Kami ingin menunjukkan bahwa dari Merauke, kita juga bisa ciptakan teknologi sendiri yang cocok untuk kebutuhan Papua Selatan,” ujar pembuat komunitas, Firmansyah Diana, (15/5/2025).