Program Sekolah Sehat Diperkuat di Papua Selatan
- 10 Nov 2025 06:48 WIB
- Merauke
KBRN,Merauke : Pemerintah Provinsi Papua Selatan terus memperkuat program Sekolah Sehat sebagai langkah menyiapkan generasi unggul dan berdaya saing di masa depan. Program ini merujuk pada kebijakan lintas kementerian melalui Keputusan Bersama empat Menteri Nomor 3/KB Tahun 2022 yang menekankan peningkatan status kesehatan peserta didik melalui kolaborasi sektor pendidikan, kesehatan, dan masyarakat.
Waluyo, S.Kep.,Ners kasie kesehatan pemberdayaan masyarakat dan kesehatan lingkungan dinas pendidikan dan kesehatan provinsi papua selatan, menyebut bahwa implementasi sekolah sehat sejatinya sudah berjalan, namun kini diperkuat kembali melalui program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pemeriksaan kesehatan gratis di sekolah.
Ia menegaskan “ kita harus mengawasi anak – anak karena saat ini anak – anak lebih banyak konsumsi jajan yang di jual di pinggir sekolah dan minum minuman bersoda,untuk itu padahal harusnya air putih yang banyak dikonsumsi dan hhindari jajan yang berlebihan”.ujar waluyo saat dialog di RRI senin ( 10/11/2025).
Waluyo menyoroti pola konsumsi anak sekolah yang masih didominasi makanan instan, minuman manis, hingga jajanan tinggi gula dan garam. Kondisi ini mendorong perlunya edukasi gizi seimbang, termasuk membiasakan konsumsi air putih dan sayur, terutama di lingkungan sekolah dan keluarga.
Selain gizi, salah satu poin penting lainnya yakni peningkatan aktivitas fisik siswa. Minimnya aktivitas akibat penggunaan gawai secara berlebihan dinilai menjadi faktor meningkatnya risiko obesitas di kalangan anak dan remaja, sehingga pihak sekolah didorong memperbanyak gerakan aktif di luar jam pelajaran olahraga.
Tidak hanya aspek fisik, perhatian juga diarahkan pada kesehatan mental dan lingkungan. Tantangan seperti depresi, penyalahgunaan narkoba, hingga maraknya konsumsi minuman beralkohol (miras) pada anak usia sekolah menjadi sorotan serius, termasuk kebiasaan pengelolaan sampah serta minimnya fasilitas cuci tangan yang menurun pasca pandemi COVID-19.