Edukasi Penanganan Penyakit Diabetes
- 14 Nov 2025 07:27 WIB
- Merauke
KBRN,Merauke: Penanganan diabetes perlu mempertimbangkan penyebab serta komplikasi yang dialami pasien. Pendekatan terapi juga harus disesuaikan dengan kondisi klinis dan kebutuhan masing-masing individu. Hal ini disampaikan Dokter Ahli Penyakit Dalam Polik Geriatri RSUD Merauke, dr. Eka Sofa Irawati, Sp.PD.
Menurutnya, terapi insulin kini menjadi rekomendasi pada fase awal bagi pasien diabetes tertentu. Penggunaan insulin bukan menandakan kondisi yang parah, tetapi justru membantu tubuh bekerja lebih efektif dibandingkan obat minum. Edukasi kepada masyarakat sangat diperlukan untuk menghapus anggapan keliru tentang suntikan insulin yang sering dianggap menakutkan.
"Insulin itu diberikan bukan karena parah, tetapi karena tubuh lebih mudah diproteksi," ujar dr.Eka saat hadir sebagai narasumber dialog interaktif di RRI merauke jumat ( 14/11/2025).
Selain itu, pengendalian diabetes tetap mengacu pada empat pilar utama, yaitu edukasi, pengaturan makan, olahraga, serta pemantauan mandiri. Prinsip pola makan saat ini tidak lagi melarang banyak jenis makanan, tetapi menekankan pembatasan porsi dan pengukuran yang tepat sesuai kebutuhan pasien.
dr. Eka menambahkan, pasien tetap wajib melakukan kontrol rutin serta tidak boleh mengurangi atau menghentikan obat tanpa rekomendasi dokter baik di puskesmas maupun rumah sakit. Faktor stres juga dapat meningkatkan risiko komplikasi, sehingga penerimaan informasi yang benar sangat diperlukan.