Bahaya Gula Darah Rendah dan Tinggi
- 14 Nov 2025 09:47 WIB
- Merauke
KBRN,Merauke : dr. Eka Sofa Irawati, Sp.PD, Dokter Ahli Penyakit Dalam Poliklinik Geriatri, menjelaskan dua kondisi ekstrem terkait kadar gula darah, yakni kenaikan dan penurunan gula yang berlebihan, yang sama-sama dapat membahayakan kesehatan bila tidak ditangani dengan benar.
dr. Eka menegaskan bahwa pengendalian diabetes tidak hanya mengandalkan empat pilar utama, tetapi juga membutuhkan manajemen stres yang baik. Ia menyebut bahwa stres memang tidak langsung menaikkan gula darah, namun peningkatan sel inflamasi dan radikal bebas akibat stres dapat memicu gangguan metabolik yang berujung pada naiknya kadar gula.
“Ketika kita stres, sel-sel inflamasi dan radikal bebas meningkat, dan mekanisme tersebut dapat memicu kenaikan gula darah.” Ujar dokter Eka saat dialog di RRI merauke jumat ( 14/12/2025)
Selain itu, dr. Eka menjelaskan bahwa kadar gula darah yang terlalu rendah juga memiliki risiko signifikan, baik pada individu tanpa diabetes maupun pada pasien dengan diabetes. Kondisi ini dapat muncul akibat aktivitas fisik berlebihan, pola makan yang tidak seimbang, atau penggunaan obat tertentu pada pasien diabetes.
Menurutnya, gejala gula darah rendah dapat berupa keringat dingin, berdebar, pusing, hingga kehilangan kesadaran. Pada orang tanpa diabetes, penanganan awal dapat dilakukan dengan segera mengonsumsi glukosa cepat serap, seperti permen atau cokelat, yang disarankan selalu dibawa dalam dompet atau tas.
Pada pasien diabetes, kondisi gula darah rendah yang berat dapat membutuhkan penanganan medis berupa pemberian infus glukosa. Namun selama pasien masih sadar, pertolongan pertama tetap dapat dilakukan dengan mengonsumsi minuman atau makanan manis untuk menstabilkan kondisi sementara menuju pemeriksaan lebih lanjut.