Tips Memilih Menu Takjil yang Sehat dan Mengenyangkan
- 20 Feb 2026 17:53 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh- Bulan Ramadan identik dengan beragam pilihan takjil yang menggugah selera. Mulai dari gorengan, kolak, hingga minuman manis berwarna-warni.
Namun, agar tubuh tetap sehat dan bertenaga selama menjalankan ibadah puasa, penting untuk lebih bijak dalam memilih menu takjil. Berikut beberapa tips memilih takjil yang sehat dan tetap mengenyangkan, Jumat 20 Februari 2026:
1. Awali dengan yang Manis Alami
Saat berbuka, tubuh membutuhkan asupan gula untuk mengembalikan energi. Pilihlah sumber gula alami seperti kurma, buah segar, atau jus tanpa tambahan gula berlebihan. Selain lebih sehat, buah juga mengandung serat yang baik untuk pencernaan.
2. Perhatikan Kandungan Karbohidrat Kompleks
Agar kenyang lebih lama, pilih takjil yang mengandung karbohidrat kompleks seperti ubi rebus, pisang kukus, atau bubur kacang hijau. Karbohidrat jenis ini dicerna lebih lambat sehingga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.
3. Batasi Gorengan Berlebihan
Gorengan memang menggoda, namun kandungan lemak jenuh yang tinggi bisa membuat perut terasa tidak nyaman dan cepat lelah. Jika ingin mengonsumsi gorengan, batasi jumlahnya dan imbangi dengan makanan berserat.
4. Pilih Minuman yang Menyegarkan dan Tidak Berlebihan Gula
Es sirup atau minuman kemasan sering kali mengandung gula tinggi. Sebaiknya pilih air putih, air kelapa, atau infused water untuk membantu menghidrasi tubuh dengan lebih baik.
5. Perhatikan Porsi Makan
Jangan kalap saat berbuka. Mulailah dengan porsi kecil, beri jeda sebelum melanjutkan ke makanan utama. Cara ini membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal.
6. Pastikan Kebersihan dan Kualitas Bahan
Jika membeli takjil di luar, pastikan kebersihan tempat dan bahan yang digunakan terjamin. Takjil yang sehat bukan hanya soal kandungan gizinya, tetapi juga higienitasnya.
Dengan memilih takjil yang tepat, tubuh akan tetap bertenaga dan ibadah puasa pun dapat dijalani dengan lebih optimal. Bijak memilih menu berbuka bukan hanya soal rasa, tetapi juga investasi kesehatan jangka panjang.