SMA Negeri 01 Deiyai Gelar Festival Seni Budaya

  • 28 Feb 2026 01:16 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Deiyai - SMA Negeri 01 Deiyai menggelar Festival Seni Budaya Mee sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap warisan budaya lokal kepada generasi muda. Kegiatan yang dipusatkan di Waghete, Jumat (28/02), ini melibatkan siswa kelas XII dalam rangkaian ujian praktik seni dan budaya.

Dilansir dari Papuapatrolie-news.com, sejak pagi hari, puluhan siswa tampil memukau dengan mengenakan atribut adat Mee. Siswa laki-laki menggunakan busana tradisional seperti koteka, migabai (penutup kepala), amaapa (penyilang dada), kagamaapa (gelang lengan), serta membawa Ukaa Mapega (busur dan anak panah). Sementara itu, siswa perempuan mengenakan moge, busana dari kulit kayu yang dirajut, serta noken khas Papua yang indah.

Kepala SMA Negeri 01 Waghete, Mariana Adii, memimpin langsung jalannya kegiatan. Ia bersama para siswa mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai untuk menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan terhadap dunia pendidikan. Di halaman Dinas Pendidikan, para siswa menampilkan “Waitaa” sebagai bentuk penghormatan budaya.

Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke Kantor Bupati Deiyai dan diterima oleh Asisten II Setda Deiyai, Mesak Pakage, yang mewakili Bupati. Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Deiyai, termasuk kepada Bupati Deiyai dan Gubernur Papua Tengah atas dukungan terhadap kemajuan pendidikan di daerah tersebut.

“Kami mau ucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan yang selama ini memberikan perhatian serius kepada kami. Terutama Bapak Bupati Deiyai dan Gubernur Papua Tengah. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih,” ujar Mariana Adii.

Ia menjelaskan, penggunaan atribut budaya dalam kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebagai bentuk nyata kecintaan generasi muda terhadap budaya Mee sebagai jati diri.

“Fragmen seni dan budaya dalam ujian untuk kelas XII ini kami lakukan setiap tahun sebagai salah satu penilaian sekolah,” jelasnya.

Usai kunjungan, para siswa kembali ke sekolah dengan berjalan santai sambil melantunkan “Yuu Waitaa” mengelilingi Kota Waghete. Setibanya di sekolah, mereka menampilkan berbagai atraksi budaya yang dibagi dalam empat kelompok. Para guru, dipimpin guru Seni dan Budaya, memberikan penilaian terhadap penampilan masing-masing kelompok.

Melalui festival ini, pihak sekolah berharap nilai-nilai budaya Mee terus tertanam kuat tidak hanya p ada siswa kelas XII, tetapi juga kelas X dan XI serta generasi muda Deiyai secara umum.

Rekomendasi Berita