DKTP Nabire Ajak Seniman Terus Lestarikan Budaya
- 28 Feb 2026 10:43 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Untuk mengantisipasi arus globalisasi dengan muatan budaya import, agar tidak menggeser kearifan budaya lokal. Dewan Kesenian Tanah papua (DKTP) Kabupaten Nabire, akan melestarikan bidang seni musik rakyat (Akustik).
ungkapan itu dikemuakakan Ketua Dewan Kesenian Tanah Papua Kabupaten Nabire, Basarudin Werfete, saat ditemui RRI di kediamannya jalan Jenderal sudirman Bukit Meriam Nabire, Sabtu 28 Februari 2026.
Perkembangan dunia seni music saat ini, berkembang dengan berbagai alat-alat music modern sehingga music-musik daerah sebagai kekayaan budaya daerah mulai punah, untuk itu Dewan Kesenian Kabupaten Nabire dengan berbagai macam program, terutama program pelestarian nilai-nilai budaya, telah berupaya untuk mengangkat dan melestarikan budaya-budaya seni, terutama music rakyat atau music akustik.
Dijelasakan music adalah bagian dari budaya, music dalam komunitas suku-suku di Papua banyak terdapat jenis- jenisnya, music sendiri di bagi dalam tiga kategori masing-masing music tradisional, music rakyat, dan music modern atau music elektronik.
“Sedangkan music akustic dikategorikan dalam music rakyat yang terdiri dari beberapa komponen, yaitu Gitar, Ukulele, Stembas, Tifa, Stik Bambu dan lain sebagainya,"jelasnya.
Hal ini menjadi barometer bagi Dewan Kesenian, bahwa memang masyarakat Papua pada umumnya mulai melupakan music-musik rakyat, sebagai budaya daerah.
Pada kesempatan itu Basarudin Werfete, mengajak seniman dan budayawan khusus di Kabupaten Nabire maupun di Provinsi Papua Tengah, untuk selalu meningkatkan karya-karya seni dengan melestarikan peralatan seni, lagu rakyat, dan music rakyat, karena merupakan bagian dari jati diri satu suku bangsa, yang merupakan asset Daerah.
“Pentingnya menjaga budaya akan membuat masyarakat lebih kuat, dengan keberagaman budaya, akan mengejarkan kepada masyarakat akan artinya toleransi dan sailng menghargai, budaya merupakan bagian yang tak bisa di pisahkan dalam kehidupan manusia di dunia ini, dari budaya inilah lahir peradaban manusia.
Seni dan budaya adalah segala galanya, tampa seni dan budaya segala galanya tidak akan berarti," ujarnya.