Belum Ada Super Flu, Pengawasan Bandara Nabire Diperketat
- 07 Jan 2026 13:34 WIB
- Nabire
KBRN, Nabire: Meski hingga kini belum ditemukan kasus virus super flu di Papua Tengah, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Biak Wilayah Kerja Nabire terus memperketat pengawasan terhadap pelaku perjalanan yang datang dan pergi melalui Bandara Douw Aturure Nabire.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi dini, terutama sejak meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pengawasan dilakukan melalui pemantauan langsung kondisi kesehatan penumpang serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait di bandara.
Dokter Umum BKK Kelas II Biak Wilayah Kerja Nabire, dr. Kukuh Kurniyawati Wardah, menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan kasus super flu di Papua Tengah. Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan untuk mencegah masuknya penyakit menular dari luar daerah.
“Sejak periode Nataru hingga sekarang, kami terus melakukan monitoring dan pengawasan terhadap pelaku perjalanan yang datang maupun berangkat melalui Bandara Douw Aturure Nabire,” kata dr. Kukuh kepada RRI, Rabu (7/1/2026).
Ia menambahkan, pengawasan dilakukan secara langsung oleh petugas karantina kesehatan di bandara, meskipun jumlah sumber daya manusia yang tersedia masih terbatas. Oleh karena itu, aktivitas yang dilakukan saat ini difokuskan pada pemantauan dan deteksi dini.
Selain pengawasan, dr. Kukuh juga mengimbau masyarakat, khususnya para pelaku perjalanan, agar tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Masyarakat diminta menggunakan masker di tempat umum serta mengurangi kontak dengan lingkungan yang berpotensi menimbulkan risiko penularan penyakit.
Sementara itu, Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Douw Aturure Nabire, Benyamin Noach Apituley, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pencegahan yang dilakukan Balai Kekarantinaan Kesehatan.
Menurut dia, pihak bandara siap membantu proses pemeriksaan terhadap penumpang yang datang maupun berangkat, sepanjang sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku.
“Pada prinsipnya kami mendukung penuh upaya pencegahan dari Karantina Kesehatan dan siap membantu apabila dibutuhkan, tentu sesuai SOP yang ada,” ujarnya.
Dengan pengawasan yang terus diperketat dan koordinasi lintas sektor, diharapkan potensi masuknya penyakit menular ke wilayah Papua Tengah dapat dicegah sejak dini.