Kader Posyandu Makimi Berbagi Pengalaman Tangani Anak Stunting

  • 10 Feb 2026 19:55 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Peran kader posyandu di tingkat kampung menjadi ujung tombak dalam upaya pencegahan stunting. Mereka tidak hanya menimbang balita, tetapi juga memantau kondisi kesehatan anak, memberikan edukasi kepada orang tua, hingga membantu menyalurkan bantuan gizi bagi anak yang membutuhkan.

Melalui pelatihan keterampilan dasar yang digelar dalam program PASTI-Papua, kader diharapkan memiliki kemampuan lebih dalam mendeteksi dan mendampingi anak berisiko stunting sejak dini.

Kader Posyandu Kampung Makimi, Doliy Dina Yoweni, mengatakan selama kurang lebih tiga tahun menjadi kader, ia sering menemukan anak dengan kondisi gizi kurang di wilayahnya. Hal ini menurutnya dipengaruhi pola makan dan perhatian orang tua terhadap kebersihan anak.

“Kami kerap menemukan anak yang gizinya kurang karena pola makan yang belum baik dan kurang perhatian orang tua terhadap kebersihan. Kami kader biasanya memberi anjuran kepada orang tua untuk memperhatikan makanan anak, menjaga kebersihan, dan rutin datang ke posyandu supaya pertumbuhan anak bisa dipantau,” tuturnya.

Ia menambahkan, kader juga rutin menyalurkan vitamin serta makanan tambahan bagi anak yang masuk kategori stunting. Bahkan dalam kondisi tertentu, kader ikut membantu keluarga mencari pertolongan medis saat ibu hendak melahirkan.

Melalui pelatihan ini, para kader berharap kemampuan mereka semakin meningkat sehingga pelayanan kesehatan di tingkat kampung dapat berjalan lebih maksimal dan kasus stunting dapat ditekan.

Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Kesehatan bersama Program PASTI-Papua menggelar kegiatan pelatihan 25 keterampilan dasar bagi kader posyandu. Kegiatan yang diadakan tanggal 10 hingga 13 Februari 2026 ini, diikuti oleh para kader dari berbagai wilayah sebagai upaya memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat.

Rekomendasi Berita