Fenomena Duck Syndrome, Terlihat Tenang di Permukaan tapi Berjuang di dalam

  • 24 Feb 2026 15:52 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Di era media sosial yang serba cepat dan penuh tekanan, fenomena psikologis yang disebut Duck Syndrome kian sering dibicarakan, terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa. Istilah ini menggambarkan kondisi seseorang yang tampak tenang dan sukses di luar, tetapi sebenarnya berjuang keras dan merasa tertekan di dalam.

Fenomena ini pertama kali dikenal di lingkungan Stanford University, Amerika Serikat. Nama Duck Syndrome atau sindrom bebek diambil dari perilaku bebek yang terlihat meluncur anggun di permukaan air, padahal di bawah permukaan kakinya bergerak cepat untuk tetap mengapung. Gambaran itu menjadi simbol dari individu yang tampak baik-baik saja, namun sedang menghadapi stres atau tekanan mental berat.

Menurut American Psychological Association (APA), sindrom ini sering dialami oleh remaja dan mahasiswa yang merasa dituntut untuk selalu tampil sempurna, baik secara akademik, sosial, maupun emosional. Mereka kerap menutupi rasa cemas, gagal, atau lelah karena takut dianggap lemah.

Duck Syndrome adalah bentuk tekanan psikologis tersembunyi. Banyak anak muda yang berusaha menunjukkan citra ideal di media sosial, padahal mereka sedang kelelahan secara mental.

Penelitian terbaru dari Stanford Counseling and Psychological Services (CAPS) menunjukkan bahwa sekitar 60 persen mahasiswa mengalami gejala Duck Syndrome seperti kecemasan, insomnia, dan perasaan tidak mampu bersaing. Namun, hanya sebagian kecil yang mencari bantuan profesional karena takut distigma.

Untuk mengatasi hal ini, para ahli menyarankan agar masyarakat, terutama keluarga dan institusi pendidikan, membangun lingkungan yang lebih terbuka terhadap isu kesehatan mental.

Sejumlah kampus di Indonesia mulai mengadopsi program mental health awareness dengan menghadirkan konselor mahasiswa dan kegiatan pendampingan emosional. Gerakan ini diharapkan dapat membantu generasi muda lebih berani membicarakan tekanan yang mereka alami tanpa rasa malu atau takut dihakimi.

Fenomena Duck Syndrome menjadi pengingat bahwa tidak semua yang tampak baik-baik saja benar-benar baik-baik saja. Di balik senyum dan prestasi seseorang, bisa saja tersembunyi perjuangan besar yang tak terlihat oleh mata.

Rekomendasi Berita