'QWOP' Game Sederhana Menghibur Tapi Membutuhkan Kesabaran Ekstra
- 16 Jul 2025 11:01 WIB
- Nias Selatan
KBRN, Nias Selatan: Permainan QWOP dikembangkan oleh Bennett Foddy pada tahun 2008. Game simulasi atletik yang tampaknya mudah ini sebenarnya adalah sebuah mahakarya frustrasi yang jenius, sebuah game sederhana namun legendaris terus memikat dan menguji kesabaran para gamer di seluruh dunia.
Bagi Anda yang belum familiar, QWOP menempatkan pemain pada posisi seorang atlet lari jarak 100 meter. Namun, alih-alih kontrol standar, pemain harus secara manual mengontrol setiap otot kaki sang atlet menggunakan empat tombol keyboard: Q, W, O, dan P.
Tombol 'Q' dan 'W' mengontrol paha, sementara 'O' dan 'P' mengontrol betis. Hasilnya, sebuah tarian yang canggung, lucu, dan seringkali membuat frustrasi di mana atlet tersebut lebih sering jatuh tersungkur daripada berlari maju.

Feriwan Hura, seorang gamer asal Nias Selatan mengungkapkan meskipun premisnya sederhana, menguasai QWOP membutuhkan kombinasi presisi, waktu, dan kesabaran tingkat tinggi. Jarang sekali seorang pemain bisa mencapai jarak yang signifikan tanpa terjatuh atau bahkan bergerak mundur.
Inilah yang menjadi daya tarik utama QWOP: tantangan yang ekstrem dan kepuasan luar biasa (jika pernah tercapai) saat berhasil melewati beberapa meter pertama. "Saya sudah mencoba QWOP berkali-kali, dan setiap kali saya bermain berakhir dengan tertawa atau kesal karena susah," ujarnya kepada RRI, Rabu(16/7/25).
Popularitas QWOP sebagian besar disokong oleh sensasi viral di media sosial dan platform berbagi video. Banyak YouTuber dan streamer game telah membagikan pengalaman mereka yang kocak dan putus asa saat memainkan QWOP, menarik jutaan penonton dan memperkenalkan game ini kepada generasi gamer baru.