Kemenag Nisel Ikuti Lokakarya Program KREASI tentang Guru
- 06 Feb 2026 16:26 WIB
- Nias Selatan
RRI.CO.ID, Nias Selatan - Kementerian Agama Kabupaten Nias Selatan mengirimkan tiga perwakilan untuk mengikuti Lokakarya Program KREASI dengan topik Peningkatan Kesejahteraan Guru dan Penguatan Lingkungan Profesional yang Positif. Lokakarya ini digelar di Hotel Yonnas, Teluk Dalam, pada 4 - 5 Februari 2026.
Dilansir dari Humas Kementerian Agama Kabupaten Nias Selatan, perwakilan yang mengikuti kegiatan tersebut yakni Pengawas Guru Agama Katolik Selamat Laia, S.Ag., M.M., Analis Sumber Daya Manusia Aparatur Arimawati Halawa, S.M., serta Sonia Bintang, S.M. Materi lokakarya disampaikan oleh Feri Vahleka, Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia (IGI), yang juga merupakan Kepala Sekolah sekaligus pengajar di SMPN 44 Bengkulu Utara.
Materi yang disampaikan mengangkat konsep kesejahteraan guru dan lingkungan profesional. Dijelaskan bahwa level energi guru sangat berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran di kelas.
“Guru yang ideal adalah guru yang sejahtera,” kata Feri Vahleka. “Karena akan melahirkan sikap sabar, inovatif, serta mampu menularkan energi positif kepada peserta didik.”
Kesejahteraan Guru menurutnya juga membutuhkan peran Kepala Sekolah dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi guru. Selanjutnya, disampaikan bahwa lingkungan profesional bagi Guru adalah lingkungan di mana Guru merasa aman untuk mengakui kekurangan serta bersemangat untuk belajar hal baru secara bersama-sama.
Selain itu, dalam pemaparannya, Feri Vahleka menyampaikan pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang positif dan inklusif di sekolah. Lingkungan positif adalah lingkungan yang mengapresiasi proses dan usaha, bukan hanya hasil akhir peserta didik.
“Sementara lingkungan inklusif adalah lingkungan yang bebas dari praktik favoritisme,” ungkapnya. “Dimana suara Guru Honorer didengar dan dihargai setara dengan Guru PNS, serta perbedaan gaya mengajar dipandang sebagai sebuah kekayaan.”
Lokakarya berlangsung dengan baik dan interaktif. Para peserta juga diberi kesempatan untuk mengidentifikasi tantangan dan realitas yang dihadapi di sekolah-sekolah di Kabupaten Nias Selatan, termasuk Madrasah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama.