Ketua Adat Tidung Ungkap Makna Ritual Talu Landom Pengantin
- 16 Feb 2026 09:20 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Ritual Talu Landom jadi tradisi Tidung untuk melindungi pengantin dari bala. Tradisi ini dilakukan pada malam ketiga setelah pernikahan.
Talu Landom dikenal sebagai rangkaian adat setelah prosesi pernikahan masyarakat Tidung. Ritual ini tetap dijaga meski menyesuaikan kondisi kehidupan modern saat ini. Hal ini disampaikan Ketua Lembaga Adat Tidung Nunukan, H. Sura’i.
“Ritual Talu Landom artinya malam ketiga kedua pengantin setelah menikah. Konon dahulu kala dipercayakan oleh suku kaum tidung dimanapun berada bahwa pengantin setelah sanding siang harinya maka tiga hari tiga malam tidak boleh menginjak tanah, menginjakkan kakinya ke tanah atau keluar dari rumah maka selalu diberada di rumah namun seiringan dengan waktu bahwa dengan keadaan modern sekarang sulitlah dielakkan itu maka dibuatlah ritual Talu Landom.” ucapnya, Senin (16/02/2026).
Menurut Sura’i, Talu Landom menjadi simbol pelepasan pengantin dari sengkala dan bencana. Ritual ini diyakini menghindarkan pasangan dari bala yang ditakuti masyarakat Tidung. Dalam pelaksanaannya, pengantin dipukul lembut di atas kepala menggunakan daun salimbangun. Selain itu, ritual juga menggunakan air kelapa dan beras kuning sebagai simbol kehidupan.
“Artinya membebaskan kembali kedua pengantin ini dari sengkala, dari bencana, dari bala yang ditakuti tadi dengan di ritual dengan menggunakan daun salimbangun yang tadi dipukul diatas kepala itu salimbangun itu memperpanjangkan untuk menjauhkan bala.” katanya
Sura’i menjelaskan setiap unsur ritual memiliki makna khusus bagi kehidupan rumah tangga pengantin. Simbol-simbol itu menjadi doa agar pasangan sejahtera, dihormati, dan rezekinya tidak terputus.
“Kemudian di ritual juga dengan air kelapa, air kelapa itu air yang hidup sehingga kedua pengantin ini diharapkan untuk hidup sejahtera tidak akan pernah putus rezekinya kemudian diberi dengan beras kuning maka beras kuning bermaksud beras itu adalah makanan pokok kehidupan sehingga sang suami akan punya kemampuan kemudahan mencari makanan atau rezeki. Kemudian kuning itu di dalam suku tidung itu adalah warna yang sangat dibanggakan yaitu kebangsawanan artinya biar kedua pasangan ini hidup selalu terhormat dan dihargai oleh semua orang.” ucapnya