Dibalik Topeng "Gapapa": Sebuah Refleksi dari Yoga Prasetyo
- 26 Feb 2026 13:32 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Pernahkah Anda menjawab "gapapa" saat dunia di sekitar Anda terasa runtuh? Kata sederhana ini sering kali menjadi tameng terkuat sekaligus penjara paling menyesakkan. Melalui buku terbarunya, Gapapa (Sebenarnya kamu pura-pura kuat aja, kan?), penulis Yoga Prasetyo mengajak pembaca untuk berani menanggalkan topeng ketangguhan palsu tersebut.
Diterbitkan oleh Rainbook Publishing pada Oktober 2025, buku ini hadir sebagai kawan diskusi bagi mereka yang lelah menjadi "pahlawan" bagi orang lain namun abai pada luka sendiri.
Mitos Ketangguhan Tanpa Batas
Yoga Prasetyo membuka bukunya dengan kritik terhadap budaya "setrong" yang toksik. Ia berpendapat bahwa masyarakat kita cenderung memuliakan mereka yang mampu menelan emosi dalam-dalam tanpa mengeluh. Padahal, menurut Yoga, kepura-puraan adalah beban ganda: Anda harus menanggung masalahnya, sekaligus menanggung tenaga untuk menyembunyikannya.
Buku ini membedah alasan di balik kata "gapapa", mulai dari rasa takut merepotkan orang lain hingga rasa malu dianggap lemah.
Anatomi Kepura-puraan
Dalam narasinya, Yoga memetakan perilaku "pura-pura kuat" yang sering tidak kita sadari:
Senyum yang Lelah: Memaksakan keceriaan di ruang publik demi menjaga citra positif.
Altruisme yang Berlebihan: Selalu ada untuk orang lain saat diri sendiri sedang membutuhkan pertolongan.
Penyangkalan (Denial): Meyakinkan diri bahwa semuanya baik-baik saja hingga tubuh mulai memberikan sinyal sakit fisik.
Seni Menjadi Rentan (Vulnerability)
Pesan inti yang ingin disampaikan Yoga Prasetyo adalah bahwa kerentanan bukanlah kelemahan. Buku ini menawarkan panduan bertahap untuk mulai jujur pada diri sendiri. Yoga menekankan pentingnya memiliki "ruang aman" untuk menangis, bercerita, atau sekadar mengakui bahwa "hari ini saya tidak sanggup".
"Mengatakan 'aku tidak baik-baik saja' adalah langkah pertama menuju kesembuhan. Jangan biarkan kata 'gapapa' membunuhmu secara perlahan dari dalam." — Yoga Prasetyo
Gapapa (Sebenarnya kamu pura-pura kuat aja, kan?) adalah sebuah teguran hangat dari Rainbook Publishing untuk kita semua. Yoga Prasetyo berhasil mengingatkan bahwa menjadi manusia berarti memiliki batas. Buku ini adalah izin yang kita butuhkan untuk berhenti menjadi kuat setiap saat dan mulai menjadi manusia yang utuh.