Menemukan Ruang Napas dalam Karya Terbaru Recvy Ineka Putra

  • 26 Feb 2026 13:38 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Selama ini, narasi tentang "ikhlas" sering kali dipaksakan sebagai tujuan akhir yang harus dicapai seketika. Namun, penulis Recvy Ineka Putra hadir dengan perspektif yang berbeda.

Melalui bukunya yang bertajuk Gak Apa-Apa, Ikhlas Memang Butuh Jeda, yang dirilis oleh penerbit Media Kita pada Oktober 2025, ia menegaskan bahwa ikhlas adalah sebuah proses yang memiliki ritme, bukan perlombaan lari cepat. Buku ini menjadi semacam "surat izin" bagi pembaca untuk berhenti sejenak dan mengakui bahwa melepaskan sesuatu memang memerlukan waktu.

Mendefinisikan Ulang Makna Ikhlas

Recvy membuka buku ini dengan membedah kekeliruan umum: bahwa ikhlas berarti tidak boleh merasa sedih. Sebaliknya, ia berargumen bahwa ikhlas yang dipaksakan hanya akan menjadi luka yang terpendam.

Penulis menekankan pentingnya "Jeda". Jeda bukan berarti menyerah, melainkan memberikan ruang bagi diri sendiri untuk memproses kehilangan, kegagalan, atau kekecewaan sebelum benar-benar bisa melangkah maju.

Fase-Fase Menuju Penerimaan

Dalam narasinya, Recvy membagi perjalanan emosional manusia menjadi beberapa tahapan yang realistis:

  • Penyangkalan yang Jujur: Mengakui bahwa kita sedang terluka tanpa harus berpura-pura kuat.

  • Menikmati Jeda: Mengambil waktu untuk tidak melakukan apa-apa dan hanya merasakan emosi yang hadir.

  • Pelepasan Bertahap: Proses melepaskan sedikit demi sedikit, bukan sekaligus.

"Gak Apa-Apa": Mantra Penyembuh

Diksi "Gak Apa-Apa" yang dipilih sebagai judul bukan sekadar kata penghibur. Bagi Recvy, ini adalah bentuk validasi diri. Buku ini mengajak pembaca untuk berdamai dengan ketidaksempurnaan hidup.

https://gayahidup.rri.co.id/nunukan/hiburan/2208857/jangan-buru-buru-cari-yang-baru-baca-dulu-buku-umar-nawir-ini

"Ikhlas itu seperti menyeduh teh; butuh waktu agar sarinya keluar, butuh suhu yang pas agar rasanya nikmat. Jangan terburu-buru menelan ampasnya hanya karena ingin terlihat sudah selesai." — Recvy Ineka Putra

Gak Apa-Apa, Ikhlas Memang Butuh Jeda adalah sebuah pelukan hangat bagi siapa saja yang sedang berjuang di jalan sunyi pemulihan diri. Media Kita melalui karya Recvy Ineka Putra ini berhasil mengingatkan kita bahwa tidak ada standar waktu universal untuk sebuah kesembuhan.

Rekomendasi Berita