Kisah Bunga Mawar, Lambang Cinta yang Mendunia

  • 17 Feb 2026 01:00 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan – Bunga Mawar atau Rose memiliki sejarah Panjang selama 35 juta tahun. Dari temuan fosil. Budidaya dimulai sekitar 5.000 tahun lalu di Tiongkok, kemudian menyebar ke Mesir, Yunani, dan Romawi, hingga ke penjuru Dunia.

Selain itu, Sejarah Bunga Mawar dapat kita selidiki dari tulisan Konfusius pada 500 Sebelum Masehi yang membahas tentang mawar Taman Kekaisaran, dimana ia juga menyebutkan kalau perpustakaan Kaisar kala itu berisi ratusan buku membahas tentang mawar.

  • Dikaitkan Dengan Dewi Cinta (Aphrodite/Venus), Sering Digunakan Dalam Perayaan, Parfum, Dan Dianggap Simbol Kecantikan Serta Keberanian.

Mawar dari Genus Rosa adalah tanaman semak. Bunga ini terdiri dari 150 spesies. Mawar dapat digolongkan menjadi tiga jenis berdasarkan cara tumbuhnya seperti, Mawar Memanjat, Mawar Semak, dan Mawar Taman Modern.

Sedangkan, Mawar taman modern adalah keturunan dari mawar taman lama atau Old Garden yang dikembangkan setelah tahun 1867. Jenis ini memiliki berbagai bentuk dan biasanya digolongkan berdasarkan kebiasaan dan ukuran tanamannya.

Baca Juga: Mawar Hitam Halfeti Keajaiban Alam Yang Memikat Dunia

Ternyata, Kelopak mawar liar biasanya hanya 5 buah, sedangkan kelopak mawar budidaya berlipat ganda. Sebagian besar mawar merupakan tanaman memanjat dengan tinggi 2 hingga 5 meter.

Menjadi simbol cinta, keindahan, dan politik dalam mitologi Yunani-Romawi. Mawar, terutama warna merah, diabadikan dalam budaya populer sebagai lambang cinta yang mendalam, hasrat, dan pengorbanan. Selain simbol cinta, mawar merah pernah digunakan sebagai simbol solidaritas kiri/sosialis di Eropa pada abad ke-20. (Sumber: Floweradvisor.co.id)

Rekomendasi Berita