Tanaman Jagung Merupakan Rekayasa Genetika Tertua di Dunia

  • 17 Feb 2026 20:48 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan – Selama ini kita bangga sama Jagung, tapi ada satu fakta yang jarang orang tahu. Kalau Manusia tidak ikut campur, jagung seperti yang kita kenal hari ini tidak akan pernah ada, dan yang lebih menarik, tanaman yang terasa paling Indonesia ini bukan berasal dari Indonesia.

Sekitar 9.000 tahun lalu, di wilayah Meksiko Selatan, manusia hidup tanpa pupuk, tanpa tractor, tanpa laboratorium. Disana tumbuh tanaman liar Bernama Teosinte. Bentuknya kecil, bijinya keras, rasanya pahit hampir tidak layak dimakan.

  • Bukan Tanaman Asli Indonesia, Melainkan Tanaman Yang Berasal Dari Benua Amerika, Tepatnya Meksiko Bagian Selatan.

Tapi, manusia melakukan satu hal yang terlihat sepele dengan memilih biji yang paling baik lalu menanamnya Kembali, sekali, lalu lagi, lalu lagi, selama ribuan tahun, perlahan tanaman itu berubah. Bijinya membesar, kulitnya melunak, rasanya mengenyangkan. Tanpa sadar manusia sedang mengubah Genetika tanaman itu.

Ini bukan teknologi modern, ini adalah “Rekayasa Genetika Tertua di Dunia” yang dilakukan tanpa mesin, tanpa rumus, hanya dengan kesabaran lintas generasi.

Dan dari sanalah, lahir Jagung seperti yang kita kenal hari ini. Jagung lalu menjadi tulang punggung peradaban besar, seperti Maya, Aztec, dan Inka. Alasannya sederhana, satu ladang jagung bisa memberi makan banyak orang.

Baca Juga: Anggur Merupakan Buah Tertua di Dunia

Saat Bangsa Eropa datang ke Amerika, mereka tidak hanya membawa pulang Emas tapi juga benih jagung. Sejak saat itu, jagung berkeliling Dunia. Mulai dari Afrika, Eropa, Asia. Jagung berubah dari makanan lokal menjadi makanan Global.

Sekitar Abad ke-16, Jagung masuk ke Nusantara lewat jalur perdagangan dibawa oleh Portugis dan Spanyol. Tanah kita subur, iklimnya cocok, jagung tumbuh cepat dan diterima masyarakat, di beberapa daerah jagung bahkan menjadi makanan pokok. Bukan sekedar pengganti nasi.

Karena jagung tidak hanya ditanam, tapi diadaptasi masuk kedapur, masuk ke Budaya, dan masuk ke kehidupan sehari-hari. Ratusan tahun berlalu, dan kita lupa satu hal penting. Jagung memang bukan lahir disini, tapi dibesarkan oleh kita, dari rumput liar kecil menjadi tanaman yang memberi makan Dunia.

Kisah Jagung mengajarkan satu hal sederhana, yang bertahan lama bukan yang paling kuat, tapi yang paling mau berubah. Kalau jagung saja bisa berubah sejauh itu karena kesabaran, menurutmu apa yang sedang kamu ubah dalam hidupmu hari ini?. (Sumber: WikiPangan/Ckuduk)

Rekomendasi Berita