Tips Survive Ala Perantau yang Tinggal di Kontrakan
- 07 Mar 2026 13:14 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Menjadi perantau yang tinggal di kontrakan sering kali menuntut kemampuan beradaptasi yang tinggi, terutama dalam mengelola keuangan dan kebutuhan sehari-hari. Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan sekitar 55% penduduk usia produktif di kota besar merupakan pendatang yang bekerja atau menempuh pendidikan di luar daerah asalnya.
Salah satu tips utama bagi perantau adalah mengatur anggaran bulanan secara disiplin agar kebutuhan dasar tetap terpenuhi. Idealnya, pengeluaran untuk tempat tinggal seperti kontrakan tidak melebihi 30% dari total pendapatan bulanan agar masih ada ruang untuk kebutuhan lain seperti makanan, transportasi, dan tabungan.
Memasak sendiri juga menjadi cara efektif untuk menghemat biaya hidup selama merantau. Dengan memasak di kontrakan, pengeluaran makan harian bisa ditekan hingga 40–50% lebih hemat dibandingkan membeli makanan siap saji setiap hari.
Perantau juga sebaiknya memanfaatkan barang multifungsi untuk menghemat ruang dan biaya di kontrakan yang biasanya memiliki ukuran terbatas. Rata-rata ukuran kamar kontrakan di kota besar berkisar 9–12 meter persegi, sehingga penggunaan perabot sederhana dan efisien sangat membantu kenyamanan tinggal.
Membangun hubungan baik dengan tetangga kontrakan juga penting karena dapat menciptakan lingkungan yang saling membantu. Dalam banyak kasus, hubungan sosial yang baik dapat membantu perantau mendapatkan informasi penting seperti peluang kerja, tempat belanja murah, atau layanan sekitar.
Selain itu, perantau disarankan memiliki dana darurat untuk menghadapi situasi tak terduga seperti sakit atau kebutuhan mendadak. Para ahli keuangan umumnya menyarankan dana darurat minimal setara 3–6 bulan biaya hidup agar kondisi finansial tetap aman.
Dengan pengelolaan keuangan yang bijak, pola hidup sederhana, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru, kehidupan merantau di kontrakan dapat tetap berjalan nyaman. Banyak perantau bahkan berhasil menabung dan membangun masa depan yang lebih baik berkat kedisiplinan dalam mengatur kehidupan sehari-hari.