Pengamatan Hilal Tua dari Menara Masjid Raya

  • 16 Feb 2026 04:57 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Komunitas Astronomi Sumatera Barat melaksanakan kegiatan pengamatan hilal tua pada menara Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi. Pengamatan yang dilaksanakan pada Minggu, 15 Februari 2026 ini bertujuan untuk memberikan edukasi serta observasi astronomi penting menjelang terjadinya proses pergantian bulan hijriah secara berkala.

Hilal tua merupakan fase bulan sabit terakhir yang muncul sebelum fase ijtimak atau bulan mati terjadi secara astronomis. Fenomena alam ini biasanya dapat diamati pada ufuk timur saat menjelang waktu matahari terbit di langit daerah tersebut.

Lokasi pengamatan berada pada ketinggian 44 meter dari permukaan tanah untuk mendapatkan pandangan langit yang luas. Pemilihan tempat ini bertujuan meminimalkan halangan geografis dari deretan perbukitan Bukit Barisan yang sangat tinggi di Sumatera Barat.

Ketua Komunitas Astronomi Sumbar, Fauzan menjelaskan bahwa kegiatan observasi lapangan ini dimulai sejak pukul 04.00 Waktu Indonesia Barat. Fauzan menyatakan bahwa menara masjid tersebut merupakan lokasi paling strategis karena memiliki medan pandang arah ufuk yang terbuka.

“Kami memilih menara Masjid Raya karena posisinya cukup strategis. Dari sini, medan pandang ke arah ufuk relatif terbuka sehingga diharapkan dapat meminimalkan gangguan topografi,” ujarnya.

Upaya pengamatan ini dilakukan untuk menguji potensi lokasi dari gangguan topografi lokal yang sering menghalangi proses pemantauan bulan. Fokus utama tim adalah memastikan bahwa titik koordinat tersebut layak digunakan sebagai tempat pemantauan benda langit secara permanen.

Kondisi cuaca di lokasi pengamatan terpantau sangat mendung dan berkabut tebal sehingga menghalangi pandangan mata ke arah langit. Akibat fenomena cuaca tersebut hilal tua bulan Syakban belum berhasil teramati dengan jelas hingga waktu observasi resmi berakhir.

Meskipun hilal tidak terlihat namun kegiatan ini memberikan pengalaman observasi lapangan yang sangat berharga bagi seluruh anggota komunitas. Data hasil pengamatan ini akan menjadi bahan evaluasi penting untuk menentukan strategi pemantauan pada kegiatan astronomi masa mendatang.

Laporan resmi dari Astronomi Sumbar menyebutkan bahwa dokumentasi hasil kegiatan akan dibagikan kepada masyarakat luas sebagai edukasi publik. Sinergi antara komunitas dan pengelola masjid diharapkan terus berlanjut demi mendukung perkembangan ilmu pengetahuan astronomi di daerah ini.

Rekomendasi Berita