BPOM Waspadai Ancaman Masuknya Virus Nipah ke Indonesia

  • 08 Feb 2026 19:00 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI tengah mewaspadai potensi masuk dan menyebarnya virus Nipah ke Indonesia, menyusul merebaknya kasus virus tersebut di India dan sejumlah negara ASEAN. Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar menyampaikan kekhawatiran dan menegaskan bahwa situasi tersebut membutuhkan perhatian serius.

Taruna menjelaskan bahwa virus Nipah menjadi ancaman nyata karena memiliki potensi penularan dari manusia ke manusia. Jika penularan berlangsung masif, virus ini dapat berkembang menjadi pandemi baru, serupa dengan pengalaman pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu. 

"Tingkat kematian akibat virus Nipah juga tergolong tinggi. Yakni mencapai 40 hingga 70 persen," ucap Taruna pada Sabtu 7 Februari 2026 di Padang.

Menurutnya, virus Nipah ditularkan melalui kelelawar pemakan buah. Buah yang telah terkontaminasi kemudian dikonsumsi manusia sehingga menyebabkan infeksi dan melemahkan sistem kekebalan tubuh. 

"Selain itu, data menunjukkan adanya kemungkinan penularan antar manusia melalui air liur. Sehingga risiko penyebaran semakin besar," ungkapnya.

Menghadapi potensi ancaman tersebut, BPOM RI telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif. Salah satunya dengan mempermudah regulasi terkait obat-obatan antivirus guna mencegah potensi terjadinya pandemi. BPOM juga terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya menjaga pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan utama.

“Kita juga minta pada Karantina Kesehatan untuk memprotek indikasi penyebaran dari luar. Sekaligus BPOM juga menyiapkan obat antivirus serta berupaya mengedukasi masyarakat tentang penyebaran virus ini,” ujar Taruna, .

Selain itu, BPOM meminta instansi terkait, terutama petugas di wilayah perbatasan dan pintu masuk Indonesia, untuk mengoptimalkan skrining kesehatan. Langkah ini diharapkan dapat mencegah masuknya virus Nipah ke Tanah Air dan memastikan keamanan kesehatan masyarakat tetap terjaga.

Rekomendasi Berita