Mengulik Kata Takjil yang Selalu Terdengar saat Bulan Ramadan
- 05 Mar 2026 12:19 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Pada saat bulan Ramadan umat muslim melaksanan ibadah puasa. Suatu ibadah yang diwajibkan di dalam bulan tersebut untuk menahan lapar dan haus serta hal yang membatalkannya.
Tentunya aktivitas itu dilakukan dengan tidak makan serta minum dalam kurun waktu tertentu. Mulai dari subuh atau terbit matahari hingga tenggelamnya atau waktu magrib.
Sebelum puasa biasanya diawali dengan melaksanakan sahur yaitu makan saat dini hari. Hal itu dilakukan menjelang fajar, tujuannya untuk mempersiapkan energi agar masih tetap dapat beraktifitas.
Setelah itu baru diakhiri dengan berbuka puasa saat matahari terbenam dan azan magrib sudah berkumandang. Nanti semua yang berpuasa akan makan serta minum hidangan yang baru saja dibeli atau biasanya dikenal dengan takjil.
Takjil sendiri merupakan sebuah kata yang sering muncul saat memasuki bulan Ramadan. Masyarakat biasanya lebih mengenal takjil sebagai jajanan saat sore hari sebelum berbuka puasa.
Menurut Widyabasa Ahli Madya dan Penyuluh Kebahasaan dan Kesastraan di Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat, Diana, M.Pd. takjil berasal dari bahasa arab. Takjil dalam bahas arab artinya penyegeraan dan diserap ke dalam bahasa Indonesia didefinisikan dalam dua makna.
Dalam KBBI takjil dapat diartikan mempercepat dalam hal berbuka puasa. Makna lainnya yaitu panganan dan minuman untuk berbuka puasa.
Masih banyak masyarakat salah dalam ejaan, serta penulisan takjil dengan menulis atau menyebutnya ta’jil yang menyesuaikan dari bahasa arabnya. Sedangkan saat ini kata bakunya sudah ditetapkan dalam KBBI yang dapat digunakan dalam percakapan sehari-hari.