Opera Dayak Pertempuran Lima Ksatria Tampil di Taman Budaya

  • 21 Feb 2026 11:05 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Sebagai upaya melestarikan kearifan budaya lokal, Yayasan Rumah Budaya Pajawan Tingang menggelar pertunjukan Dayak Opera Nyai Nyalong Apoi 3: Pertempuran Lima Ksatria. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Teater Terbuka UPT Taman Budaya Kalimantan Tengah, Jumat, 20 Februari 2026, malam.

Kepala UPT Taman Budaya Kalimantan Tengah, Wildae Desyanthy Binti, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara komunitas budaya dan dukungan fasilitas pemerintah menjadi langkah strategis dalam mengembangkan seni pertunjukan daerah.

“Melalui kolaborasi komunitas budaya dan dukungan fasilitas pemerintah, Dayak Opera diharapkan terus berkembang sebagai ikon pertunjukan budaya Kalimantan Tengah serta menjadi daya tarik wisata seni di daerah,” ujarnya.

Ia juga mendorong para pecinta seni dan budaya untuk memanfaatkan Taman Budaya sebagai ruang kolaborasi dan pentas berbagai pertunjukan. Menurutnya, opera Dayak merupakan bagian dari trilogi pementasan sendratari yang patut diapresiasi.

Sementara itu, Ketua Yayasan Rumah Budaya Pajawan Tingang, Arbendie Tue, mengatakan budaya Dayak memiliki keunikan tersendiri. Namun selama ini, menurutnya, promosi budaya Dayak lebih banyak dilakukan oleh negara lain, padahal populasi Dayak terbesar berada di Indonesia.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan pihaknya menghadirkan sajian seni pertunjukan yang memadukan unsur musik, tari, dan drama khas Dayak dalam bentuk opera.

“Kegiatan ini didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan melalui Program Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan. Pertunjukan ini menampilkan kisah bernuansa kearifan lokal yang dibawakan para seniman dengan balutan kostum tradisional serta iringan musik etnik yang kuat,” ujarnya.

Rekomendasi Berita