Prosesi Pertunangan dalam Kristen Protestan
- 28 Feb 2026 18:11 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Prosesi acara pertunangan dalam agama Kristen Protestan merupakan momen sakral yang menandai keseriusan dua insan untuk melangkah ke jenjang pernikahan.
Pertunangan bukan sekadar seremoni keluarga, tetapi juga pernyataan komitmen di hadapan Tuhan dan jemaat. Dalam prosesi ini, doa dan pemberkatan menjadi bagian penting sebagai dasar membangun rumah tangga yang berlandaskan iman.
Menurut Pdt. Septewani, S.Th, prosesi pertunangan pertunangan dalam Kristen Protestan bukanlah sakramen seperti pernikahan, namun tetap memiliki makna rohani yang kuat. Ia menjelaskan bahwa pertunangan adalah masa persiapan untuk mengenal lebih dalam karakter, tanggung jawab, serta kesiapan kedua calon mempelai sebelum memasuki pernikahan kudus.
"Prosesi biasanya diawali dengan ibadah singkat yang dipimpin pendeta. Dalam ibadah tersebut dibacakan firman Tuhan yang menekankan kasih, kesetiaan, dan komitmen," katanya, Sabtu, 28 Februari 2026. Pdt. Septewani menyampaikan nasihat pastoral agar pasangan membangun hubungan berdasarkan kasih Kristus, komunikasi yang sehat, serta saling menghormati.
Selanjutnya dilakukan pernyataan keseriusan dari kedua calon mempelai di hadapan keluarga. Mereka menyampaikan komitmen untuk menjaga kekudusan hubungan hingga hari pernikahan. Pendeta kemudian memanjatkan doa khusus memohon penyertaan Tuhan atas rencana pernikahan yang akan dipersiapkan.
"Dalam beberapa tradisi gereja, prosesi dilanjutkan dengan tukar cincin sebagai simbol ikatan dan kesetiaan. Meski bukan keharusan teologis, simbol ini menjadi tanda lahiriah dari komitmen batin yang telah diikrarkan. Keluarga kedua belah pihak juga biasanya memberikan doa dan restu," ucapnya.
Pdt. Septewani menekankan bahwa masa pertunangan bukan hanya tentang persiapan pesta, melainkan pembinaan rohani dan karakter. Ia mendorong pasangan untuk mengikuti bimbingan pranikah agar lebih siap menghadapi dinamika kehidupan rumah tangga kelak.
Melalui prosesi pertunangan yang dilakukan dengan doa dan kesungguhan hati, diharapkan pasangan dapat membangun fondasi yang kokoh sebelum memasuki pernikahan.
Pertunangan menjadi awal perjalanan iman bersama, yang dipersiapkan dengan tanggung jawab dan keyakinan di dalam Tuhan.