Pemeriksaan Takjil Ramadan, 30 Sampel Bebas Zat Berbahaya
- 21 Feb 2026 20:49 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya : Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Palangka Raya melakukan pengawasan terhadap pangan olahan di Pasar Wadai Ramadan Pasar Datah Manuah, Yos Sudarso depan TVRI dan juga Kawasan Masjid Shalahuddin.
Bahkan pihak BBPOM di Palangka Raya telah melaksanakan pengujian terhadap 30 sampel pangan olahan takjil dan hasilnya masih belum ditemukan bahan berbahaya yang terkandung didalam menu kudapan untuk berbuka puasa tersebut.
Pada hari yang sama juga, pihak BBPOM di Palangka Raya, melakukan pengecekan bahan berbahaya di produk makanan di sejumlah ritel modern termasuk A2 Fresh dan Hypermart.
Ketua Tim Pemeriksaan BBPOM di Palangka Raya, Nufadilla, menyebut langkah ini sebagai wujud komitmen dan hadirnya pemerintah dalam melindungi masyarakat dari pangan yang tidak memenuhi ketentuan dan standar.
"Pemeriksaan pangan-pangan olahan berbahaya yang tidak boleh dikonsumsi oleh masyarakat karena belum terjamin mutu dan keamanannya. Jadi di saat menyambut bulan puasa ini, sebetulnya ini adalah kegiatan rutin kita di setiap momen-momen besar seperti Natal dan Tahun Baru juga kita laksanakan. Di saat ini karena menyambut Ramadan dan mau menyosong Hari Raya Idul Fitri," katanya, Jumat 20 Februari 2026.
Sementara itu, salah satu Bazar Ramadan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) di Jalan Yos Sudarso depan TVRI. Lokasi ini juga tidak luput dari pemeriksaan oleh pihak BBPOM.
Plt Sekretaris Daerah Kalteng, Leonard S Ampung menyampaikan, bahwa para pelaku UMKM wajib menyediakan takjil atau kuliner berbuka puasa yang sehat tanpa bahan berbahaya.
Lantaran menurutnya, Bazar tersebut diharapkan menjadi pasar alternatif bagi masyarakat, untuk menikmati kuliner dan jajanan berbuka puasa yang sehat dan higienis.
"Bagi masyarakat untuk menikmati kuliner dan jajanan berbuka puasa yang sehat dan higienis. Kita berharap semua bisa berbelanja di sini karena tenda-tendanya ini sudah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah secara gratis. Jadi tidak berbayar," ucapnya.