Pelayanan Kesehatan Doris Tetap Optimal meski Puasa Ramadan

  • 23 Feb 2026 20:57 WIB
  •  Palangkaraya

‎RRI.CO.ID, Palangka Raya : Plt Direktur RSUD dr Doris Sylvanus sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), dr Suyuti Syamsul, memastikan bahwa pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap prima meskipun di Bulan Puasa Ramadan.

‎Suyuti Syamsul, menyebut pihaknya melakukan mekanisme ship atau pergantian jam pelayanan petugas selama Ramadan, sehingga meski sebagian petugas menjalankan ibadah puasa, semua pelayanan tetap berjalan dengan optimal.

‎Suyuti Syamsul menambahkan bahwa rumah sakit rujukan di Kalteng terbagi menjadi dua kategori. Pertama, RS Rujukan Regional Kabupaten yang melayani beberapa daerah, seperti RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, RSUD Murjani Sampit, dan RSUD Muara Teweh. Kedua, RS Rujukan Provinsi, yaitu RSUD dr Doris Sylvanus yang menjadi pusat rujukan bagi tiga RS Rujukan Regional serta rumah sakit lainnya, sehingga setiap hari, rumah sakit utama yang ada di Kalteng ini harus selalu memberikan pelayanan kesehatan yang optimal.

‎"Jadi kita ini sebetulnya kalau bicara rumah sakit rujukan, kita itu membagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama rumah sakit rujukan regional itu mengampu beberapa kabupaten. ‎Kita ada tiga, pertama adalah RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, RSUD dr Murjani Sampit, ketiga adalah RSUD Muara Teweh. Nah posisi Doris itu rumah sakit rujukan itu mengampu tiga rumah sakit rujukan regional, ditambah rumah sakit-rumah sakit yang bukan rujukan regional, tapi langsung mengirim ke Doris," katanya, Minggu 22 Februari 2026.

‎Sementara itu, di tempat terpisah, di awal puasa Ramadan ini, banyak warga yang berobat ke puskesmas karena mengalami gangguan saluran pernapasan.

‎Salah seorang Petugas Kesehatan Puskesmas Bukit Hindu, Risna, mengakui bahwa penyakit yang paling banyak dikeluhkan selama bulan puasa yakni saluran pernapasan karena kondisi cuaca yang tidak menentu, sehingga daya tahan tubuh menjadi berkurang dan berpengaruh dengan mudahnya terserah batuk dan pilek serta demam.

‎"Lebih ke penyakit saluran penapasan, jadi masyarakat datang dengan keluhan demam, batuk film, sakit pengorokan, itu sih yang paling banyak. Saat masyarakat datang berobat ke puskesmas, yang pasti kita berikan terapi sesuai dengan keluhan," ucapnya.

‎‎Sejalan dengan misi pembangunan Kalteng 2025-2030, sektor kesehatan menjadi salah satu pembangunan prioritas, yakni menghadirkan pelayanan kesehatan berkualitas dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya masyarakat Kalteng.

Rekomendasi Berita