Kasus HIV AIDS Palangka Raya Tertinggi Kalteng

  • 04 Mar 2026 20:19 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kasus HIV AIDS di Kalimantan Tengah masih tergolong tinggi dan menjadi perhatian serius berbagai pihak. Berdasarkan data Dinas Kesehatan tahun 2025, Kota Palangka Raya menempati peringkat pertama dengan 109 kasus dari total 319 orang yang terdampak di seluruh provinsi.

Dokter Umum Prodia Palangka Raya, Crista Lorensa, mengatakan penting bagi masyarakat untuk mewaspadai berbagai risiko penularan HIV AIDS. Ia menegaskan bahwa penularan tidak hanya terjadi melalui kontak fisik, tetapi juga dapat melalui penggunaan barang secara bersama seperti jarum suntik, alat cukur, hingga alat kebersihan tangan dan kaki yang tidak steril.

"Kontak erat yang berhubungan dengan faktor risiko tinggi penularan HIV, yaitu penularan melalui cairan tubuh khususnya adalah cairan semen, cairan vagina, transfusi darah, penggunaan jarum suntik, penularan ibu ke anak. Kemudian dari penggunaan misalnya alat seperti cukur atau alat menipedi yang tidak steril seperti itu," katanya, saat mengisi program Talkshow Pencegahan HIV di Kantor RRI Palangka Raya, beberapa waktu lalu.

Wakabid Sosial dan Lingkungan GMNI Palangka Raya, Gihon Asa Jagad, mengatakan tingginya kasus HIV AIDS di Palangka Raya perlu mendapat perhatian luas dari masyarakat. Menurutnya, penyakit ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga memengaruhi kondisi mental orang yang tertular.

"Jadi ini menjadi cukup apa ya menjadi perhatian yang harus cukup kita berikan sangat serius karena kalau kita melihat dari HIV AIDS ini kan, bukan hanya tentang bagaimana dampak dari penyakitnya tetapi juga bagaimana dampak kepada mental seseorang gitu," katanya.

Upaya pencegahan HIV AIDS harus dilakukan secara bersama-sama melalui edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat. Pemeriksaan kesehatan secara rutin dan menghindari perilaku berisiko menjadi langkah penting untuk menekan angka penularan.

Dengan tingginya angka kasus tersebut, kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan organisasi masyarakat sangat dibutuhkan. Diharapkan, langkah preventif dan dukungan terhadap penyintas dapat mengurangi stigma serta menekan pertumbuhan kasus HIV AIDS di Palangka Raya dan Kalimantan Tengah.

Rekomendasi Berita