Air Terlihat Bening Belum Tentu Sehat

  • 07 Mar 2026 05:18 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap kualitas air minum yang dikonsumsi sehari-hari karena tampilan fisik yang jernih tidak menjamin keamanan bagi tubuh.

Banyak warga yang masih beranggapan bahwa air yang tidak berwarna dan tidak berbau sudah pasti layak minum, padahal ancaman kontaminan mikroskopis sering kali tidak kasat mata.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa air yang terlihat bening di permukaan sering kali mengandung bakteri berbahaya seperti E. coli atau logam berat yang melebihi ambang batas. Tanpa melalui proses uji laboratorium atau pemanasan yang sempurna, mikroorganisme ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan kronis hingga gagal ginjal jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Para ahli kesehatan lingkungan menekankan bahwa sumber air di kawasan perkotaan sangat rentan terpapar rembesan limbah rumah tangga maupun industri. Meskipun air tersebut telah melewati proses penyaringan sederhana hingga nampak bening, zat kimia berbahaya dan parasit kecil tetap bisa bertahan jika sistem filtrasinya tidak memenuhi standar kesehatan yang ketat.

Dampak dari konsumsi air yang tidak higienis ini mulai dirasakan oleh banyak pasien di puskesmas yang mengeluhkan gejala tipes dan diare berulang. Warga disarankan untuk selalu memasak air hingga mendidih sempurna atau menggunakan perangkat pemurni air yang telah memiliki sertifikasi resmi guna memastikan keamanan konsumsi keluarga.

Kesadaran akan pentingnya kualitas air minum diharapkan dapat menekan angka penyakit menular di tengah masyarakat luas. Memastikan air yang masuk ke dalam tubuh benar-benar steril adalah langkah proteksi dini yang jauh lebih murah dibandingkan biaya pengobatan akibat keracunan air yang tampak bersih namun tercemar.

Rekomendasi Berita