Terapi Komplementer Dukung Perawatan Holistik Pasien di Rumah Sakit
- 07 Mar 2026 11:23 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya – Konsep perawatan holistik dalam dunia kesehatan kini semakin dikenal masyarakat. Pendekatan ini menekankan pentingnya melihat pasien secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi penyakit, tetapi juga mencakup aspek fisik, emosional, sosial, dan spiritual dalam proses pemulihan.
Dalam dialog Indonesia Sehat , perawat holistik dari RS Permata Hati Palangkaraya, menjelaskan bahwa salah satu pendekatan yang mendukung konsep tersebut adalah terapi komplementer. Menurutnya, terapi komplementer merupakan terapi tambahan yang digunakan bersamaan dengan pengobatan medis konvensional.
“Terapi komplementer adalah terapi pendukung tambahan yang digunakan bersama dengan layanan medis. Tujuannya untuk meningkatkan kenyamanan pasien, mengurangi gejala, serta mendukung proses pemulihan secara holistik,” ujarnya Santo Petrus Junjung saat mengisi dialog di PRO 1 RRI Palangka Raya.
Ia menjelaskan bahwa terapi tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan pengobatan medis yang diberikan dokter. Sebaliknya, terapi komplementer berperan sebagai pendamping yang membantu pasien dalam proses perawatan.
Di Rumah Sakit Permata Hati, layanan terapi komplementer dilakukan oleh tenaga kesehatan yang terlatih. Pelaksanaannya juga tetap berada dalam pengawasan medis sehingga keamanan pasien tetap menjadi prioritas.
Lebih lanjut, Junjung juga menjelaskan perbedaan antara terapi komplementer dan terapi alternatif yang kerap disalahartikan masyarakat. Menurutnya, terapi komplementer digunakan bersama terapi medis, sedangkan terapi alternatif digunakan sebagai pengganti terapi medis.
“Terapi komplementer itu terintegrasi dengan layanan medis dan berfokus pada keselamatan pasien. Sementara terapi alternatif digunakan untuk menggantikan terapi medis,” ujarnya menegaskan.
Ia menambahkan bahwa layanan terapi komplementer umumnya ditangani oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi di bidangnya, seperti perawat, tenaga kesehatan, maupun dokter. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas perawatan pasien secara menyeluruh.