Cakupan Imunisasi Campak Turun ke 70 Persen, Dinkes Kalteng Waspadai Ancaman KLB

  • 10 Mar 2026 23:03 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah mencatat penurunan cakupan imunisasi Campak yang kini hanya berada di angka sekitar 70 persen. Angka tersebut masih jauh dari target ideal 95 persen yang selama ini menjadi standar untuk mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB).

Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Suyuti Syamsul, mengatakan penurunan cakupan imunisasi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menurutnya, salah satu penyebab merosotnya partisipasi imunisasi campak adalah maraknya kampanye anti-vaksin di masyarakat yang memicu keraguan sebagian orang tua.

“Kita berupaya selalu mencapai angka 95 persen untuk imunisasi campak. Namun sekarang kampanye anti-vaksin cukup masif sehingga terjadi penurunan jumlah orang tua yang mau mengimunisasi anaknya,” kata Suyuti, Senin, 9 Maret 2026.

Meski demikian, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memastikan hingga awal tahun 2026 belum ada laporan resmi terkait Kejadian Luar Biasa campak di wilayah tersebut. Masyarakat tetap diminta waspada mengingat penyakit endemis ini sempat memicu KLB di sejumlah daerah pada tahun sebelumnya, salah satunya di Kabupaten Seruyan.

Akibat penurunan cakupan imunisasi tersebut, sekitar 30 persen kelompok masyarakat saat ini dinilai tidak memiliki kekebalan terhadap virus campak. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko penularan di lingkungan permukiman.

Penyakit campak diketahui memiliki tingkat penularan yang cepat dan dapat berdampak luas terhadap kesehatan masyarakat. Selain meningkatkan risiko wabah, kondisi tersebut juga dapat memengaruhi aktivitas sosial, termasuk kegiatan pendidikan, serta menambah beban layanan kesehatan dan biaya penanganan akibat wabah.

Rekomendasi Berita