Hari Glaukoma Sedunia Ingatkan Masyarakat Waspadai Risiko Kebutaan
- 12 Mar 2026 12:54 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Peringatan Hari Glaukoma Sedunia yang jatuh pada 12 Maret menjadi pengingat bagi masyarakat untuk mewaspadai risiko penyakit mata yang dapat menyebabkan kebutaan. Peringatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan mata sejak dini.
Dokter Umum Rumah Sakit Permata Hati Palangka Raya, Derryl Yoaldo, mengatakan kasus glaukoma yang cukup tinggi di Indonesia harus menjadi perhatian serius. Penyakit ini sering tidak disadari karena gejalanya tidak kentara sehingga banyak pasien datang berobat saat kondisi sudah parah.
"Jadi banyak penderita yang merasa matanya tiba-tiba merah, dipikir nggak apa-apa disangka iritasi. Mata nyeri, dianggap buka apa-apa karena disangka hanya terbentur atau karena iritasi. Karena gejala di tahap awal yang sering kali disepelekan makanya beberapa penderita glaukoma sering datang itu dalam kondisi yang sudah cukup parah," katanya, Kamis, 12 Maret 2026.
Sementara itu, salah satu warga Kota Palangka Raya, Cyntia Trisetiani Baga, mengatakan penting bagi anak-anak muda untuk menjaga kesehatan mata sejak dini. Kebiasaan menjaga kesehatan mata sejak usia muda dapat membantu meminimalisir risiko gangguan penglihatan saat memasuki usia lanjut, termasuk glaukoma.
"Kalau sejak muda kita sudah mulai memperhatikan kesehatan mata, risiko gangguan penglihatan ketika nanti saat usia semakin bertambah akan lebih mudah diminimalisir. Apalagi kan saat ini penyakit seperti glaukoma seringkali berkembang tanpa gejala, jadi menjaga kesehatan mata itu sangat penting," katanya.
Masyarakat juga dianjurkan berhati-hati dalam menggunakan obat tetes mata, terutama yang mengandung anti peradangan atau steroid. Jika mengalami iritasi atau gangguan pada mata, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter spesialis mata agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Melalui peringatan Hari Glaukoma Sedunia ini, masyarakat diharapkan semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan mata. Deteksi dini dan pemeriksaan rutin menjadi langkah penting untuk mencegah risiko gangguan penglihatan hingga kebutaan.