Menteri Kebudayaan Dorong Dangdut Diakui UNESCO
- 26 Feb 2026 20:01 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan komitmennya mendorong dangdut diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Komitmen itu mengemuka dalam pertemuan dengan PAMDI, Rabu 25 Februari 2026.
Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut wacana pengajuan dangdut sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity. Kementerian Kebudayaan menyampaikan komitmen itu melalui akun resmi @kemenkebud.
Fadli membuka ruang kolaborasi luas bersama komunitas budaya dalam proses pengajuan tersebut. “Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dalam pemajuan kebudayaan,” ujarnya.
Ia menyampaikan hal itu saat dialog menjelang buka puasa bersama musisi dangdut lintas generasi. Pertemuan menghadirkan Rhoma Irama bersama sejumlah penyanyi ternama.
Camelia Malik, Ika Nurjanah, Elvy Sukaesih, Cici Paramida, dan Mansyur S turut mengikuti diskusi. Kehadiran mereka memperkuat dukungan komunitas terhadap langkah pemerintah.
Fadli menilai dangdut layak diajukan karena memiliki identitas nasional yang kuat. Musik tersebut tumbuh dari akulturasi budaya namun tetap berakar pada karakter Indonesia.
“Dangdut adalah budaya populer Indonesia dengan perjalanan panjang,” tuturnya. Ia menegaskan dangdut konsisten menghiasi panggung musik nasional lintas generasi.
Rhoma Irama menegaskan dangdut lahir dari perpaduan pengaruh Timur Tengah, India, dan Barat. “Dangdut sangat layak didaftarkan karena identitasnya tetap kuat sebagai musik nasional,” katanya.
Ia menggagas konsep Dangdut Waves untuk memperluas penerimaan di tingkat internasional. Gagasan tersebut diharapkan membawa dangdut menembus pasar global.
Dalam dialog itu, musisi juga menyampaikan persoalan royalti kepada pemerintah. Fadli menyatakan aspirasi tersebut telah disampaikan kepada Menteri Hukum dan LMKN.
Ia berharap solusi segera diwujudkan agar hak musisi terpenuhi secara adil. Pemerintah berkomitmen memperhatikan kesejahteraan pelaku seni dangdut.
Dukungan juga datang dari Said Muhammad pengurus Dewan Kesenian Palembang bidang musik. “Kami mendukung penuh jika dangdut didaftarkan ke UNESCO,” ujarnya.
Aris Rinaldi Asgard dari PAPPRI Sumsel menyatakan optimistis terhadap langkah tersebut. “Dangdut digemari semua kalangan dan mampu bersaing di tingkat dunia,” katanya.
Langkah ini diharapkan memperkuat posisi dangdut sebagai identitas budaya bangsa. Pemerintah menargetkan pengakuan global sebagai bentuk pelestarian dan kebanggaan nasional.