Pepatah Suku Ogan Ajarkan Menjaga Kelestarian Alam
- 07 Mar 2026 08:14 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, OKU - Nilai-nilai budaya dalam masyarakat Suku Ogan sejak lama mengajarkan pentingnya menjaga kelestarian alam, khususnya sungai yang menjadi sumber kehidupan masyarakat. Pesan tersebut diwariskan melalui berbagai petatah petitih (pepatah) atau petuah adat yang dikenal dengan sebutan peranggohan.
Pemerhati Kebudayaan Ogan, Dandy Naufalzach Fadlurahman, mengatakan, masyarakat Suku Ogan memiliki hubungan yang sangat erat dengan alam. Hal ini terutama sungai, hutan dan lahan pertanian yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, salah satu pepatah terkenal dalam budaya Ogan berbunyi Ndelah ngekhukan kulu ayakh (jangan mengeruhkan hulu sungai) yang berarti jangan mengotori hulu sungai. Pepatah ini mengandung pesan bahwa kerusakan kecil di hulu dapat berdampak besar pada kehidupan masyarakat di hilir.
“Maknanya sederhana, kalau bagian hulu sungai kotor maka dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat di hilir. Karena itu menjaga sumber air menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Dandy dalam obrolan singkat via telp dalam acara Cerito Pagi di Pro 4 RRI Palembang, Jumat, 6 Maret 2026.
Ia menambahkan, pepatah lainnya yakni Ide karuh ngiluk’i ndanglah merusak pakha (tidak bisa memperindah cukup janganlah merusak) juga mengingatkan masyarakat agar tidak merusak alam apabila tidak mampu merawatnya. Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman hidup masyarakat Ogan dalam menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.
“Terdapat pepatah lain yang mengingatkan masyarakat agar tidak merusak alam apabila tidak mampu memperbaikinya. Pesan tersebut menjadi pedoman hidup masyarakat Ogan dalam menjaga keseimbangan antara manusia dan alam,” tambahanya.
Ada juga pepatah lainnya, Mane ayam bekukuk situ badah ne nyusuk dusun (di mana ayam berkokok di situ bermula membangun desa) hal ini pesan lama dalam membuka perkampungan. Salah satu cara yang digunakan leluhur masyarakat Ogan adalah memperhatikan tanda-tanda alam melalui perilaku hewan.
Dandy berharap nilai-nilai kearifan lokal tersebut tetap dikenalkan kepada generasi muda agar kesadaran menjaga lingkungan tetap terpelihara di tengah perkembangan zaman.