Lima Kasus Super Flu di Sumsel Dinyatakan Sembuh

  • 06 Jan 2026 12:47 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Kasus Influenza A (H3N2) Subclade K atau yang dikenal di masyarakat sebaga Super Flu telah terdeteksi di beberapa provinsi di Indonesia. Di Sumatera Selatan, virus ini ditemukan pada sejumlah warga dan saat ini masih dalam pemantauan petugas kesehatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumsel, Ira Primadesa, mengungkapkan, terdapat lima orang yang terkonfirmasi terjangkit virus tersebut. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, empat kasus terdeteksi pada Oktober 2025 dan satu kasus pada November 2025.

"Ada lima orang yang terjangkit virus Super Flu berdasarkan data dari Kemenkes, dimana empat kasus pada Bulan Oktober dan satu kasus pada Bulan November hingga saat ini masih dipantau," ujar Ira Primadesa, saat berdialog di RRI Palembang, Selasa (6/1/2026).

Ira menjelaskan, istilah “super flu” bukanlah istilah medis resmi. Sebutan tersebut digunakan agar masyarakat lebih mudah memahami bahwa jenis influenza ini memiliki tingkat penularan yang lebih cepat dibandingkan flu biasa.

Dibandingkan influenza musiman, super flu dapat menimbulkan gejala yang lebih berat dan berlangsung lebih lama. Risiko komplikasi juga lebih tinggi, terutama pada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, serta penderita penyakit penyerta.

Gejala yang umum muncul antara lain demam tinggi, batuk dan pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala, badan lemas, hingga sesak napas. Faktor cuaca dan menurunnya daya tahan tubuh disebut turut memengaruhi meningkatnya kasus.

Sementara itu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Subspesialis Pulmonologi RSMH Palembang, dr RA Linda Andriani, SpPD-KP, mengungkapkan, pasien yang dirawat di Rumah Sakit Mohammad Hoesin umumnya tidak hanya menderita influenza biasa, tetapi juga disertai penyakit lain. Sejak September terjadi peningkatan kasus, yang berlanjut pada Oktober dan November 2025.

"Sejak September sudah terjadi peningkatan kasus, Oktober dan November terjadi peningkatan kasus influenza, kemudian dari hasil simple yang dikirim ke Jakarta. Bulan Desember, baru tahu ternyata di RSMH ada lima pasien dari simplenya itu, ada yang menderita influenza A (H3N2) Subclade K," ucap dr. RA Linda.

Menurut Linda, sampel pasien kemudian dikirim ke Dinas Kesehatan di Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan yang dilakukan pada Desember. Dari hasil tersebut diketahui bahwa lima pasien terkonfirmasi menderita Influenza A (H3N2) Subclade K. Namun, saat hasil diterima, seluruh pasien telah pulih, sembuh, dan dipulangkan dari perawatan di RSMH Palembang. Penanganan kasus ini juga tidak memerlukan perlakuan khusus seperti pada masa pandemi COVID-19.

"Saat mendapatkan hasil pada Bulan Desember, pasien-pasien ini sudah pulih dan sembuh, telah kembali pulang dari rawat inap di RSMH Palembang," jelas dr. RA Linda.

Dinas Kesehatan Sumatera Selatan, mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Sumsel, agar tetap tenang dan tidak panik. Situasi saat ini masih terkendali dan terus dipantau. Pencegahan super flu pada prinsipnya sama dengan flu biasa, yakni menjaga kebersihan, memakai masker saat sakit, menjaga daya tahan tubuh, serta tetap waspada terhadap berbagai jenis penyakit.

Rekomendasi Berita