Cuaca Ekstrem, Destinasi Wisata Sumsel Diminta Siaga Bencana

  • 21 Des 2025 19:17 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumatera Selatan menegaskan keselamatan wisatawan menjadi prioritas utama selama musim hujan, khususnya menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Langkah ini dilakukan agar aktivitas pariwisata tetap berjalan tanpa mengorbankan keamanan pengunjung.

Kepala Bidang Destinasi Disbudpar Sumsel, Vita Sandra, mengatakan, sejumlah daerah tujuan wisata unggulan di Sumsel kini berstatus siaga bencana. Meski demikian, pemerintah daerah tetap optimistis terhadap potensi lonjakan kunjungan wisatawan.

“Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, lonjakan kunjungan saat libur Nataru bisa mencapai lebih dari 50 persen. Tantangannya sekarang adalah memastikan wisatawan tetap merasa aman di tengah cuaca yang tidak menentu,” ujar Vita, Minggu (21/12/2025).

Sejumlah daerah seperti Pagar Alam, Ogan Komering Ulu (OKU), Prabumulih, Banyuasin, dan Musi Banyuasin masih menjadi destinasi favorit, terutama wisata alam. Namun, wilayah-wilayah tersebut juga memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap banjir dan longsor saat curah hujan meningkat.

Untuk meminimalkan risiko, Pemerintah Provinsi Sumsel menginstruksikan pemerintah kabupaten dan kota agar meningkatkan pengawasan di seluruh destinasi wisata. Pengawasan mencakup kesiapsiagaan petugas, pemandu wisata, hingga pengelola objek wisata.

Disbudpar Sumsel juga telah menerbitkan surat imbauan resmi sebagai tindak lanjut edaran Kementerian Pariwisata dan arahan Kementerian Dalam Negeri. Imbauan tersebut menekankan penerapan standar keselamatan, pengendalian jumlah pengunjung, serta kewenangan menutup sementara destinasi wisata alam jika kondisi cuaca memburuk.

“Keselamatan menjadi garis merah. Jika kondisi tidak memungkinkan, destinasi wajib ditutup sementara dan informasinya harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” tegas Vita.

Penerapan langkah pengamanan ini sudah dilakukan di sejumlah lokasi, salah satunya kawasan Gunung Dempo, Pagar Alam. Aktivitas pendakian akan langsung dihentikan saat hujan ekstrem atau terdeteksi potensi longsor, sementara jalur dan kawasan rawan licin ditutup hingga dinyatakan aman.

Rekomendasi Berita