Persatuan Melayu Dinilai Perkuat Identitas Kebangsaan Indonesia
- 26 Feb 2026 15:30 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO,ID, Pekanbaru - Seruan persatuan kembali digaungkan dalam perbincangan hangat di studio RRI, Rabu pagi 25 Februari 2026. Khairil Anwar, salah seorang Budayawan Riau mengajak masyarakat untuk kembali meneguhkan identitas dan mempererat persatuan Melayu sebagai bagian penting dari kekuatan bangsa Indonesia.
Dalam bincang-bincang tersebut, Khairil Anwar menegaskan bahwa momentum saat ini adalah waktu yang tepat untuk Melayu Nusantara bersatu. Menurutnya, persatuan itu bukan sekadar simbol budaya, tetapi juga fondasi kekuatan sosial dan kebangsaan.
“Sudah saatnya kita me-Melayukan orang Melayu, karena orang Melayu sudah pasti Melayu,” ujarnya.
Ia menekankan identitas Melayu tidak perlu diperdebatkan, melainkan diperkuat melalui kebersamaan dan kebanggaan kolektif.
Dosen Psikologi di UIN Sultan Syarif Kasim Riau itu juga menyampaikan banyak suku di Indonesia memiliki akar budaya Melayu. Ia mengajak masyarakat untuk tidak ragu mengakui identitas tersebut sebagai bagian dari sejarah dan peradaban Nusantara.
“Jangan malu mengatakan kita Melayu. Jika Melayu itu bersatu, maka kita sebagai orang Indonesia akan kuat,” katanya.
Menurutnya, bersatunya bangsa Melayu merupakan salah satu kunci kejayaan di masa depan. Persatuan itu, kata dia, akan memperkuat nilai-nilai budaya, solidaritas sosial, serta memperkokoh posisi Indonesia di tengah dinamika global.
Dr. Khairil Anwar juga menilai bahwa semangat persatuan Melayu sejatinya tidak bertentangan dengan nasionalisme. Sebaliknya, identitas budaya yang kokoh justru menjadi modal penting dalam membangun bangsa yang berkarakter dan berdaya saing.
Bincang-bincang tersebut mendapat respons positif dari pendengar yang mengikuti siaran pagi itu. Seruan untuk mempererat persatuan Melayu diharapkan tidak hanya berhenti sebagai wacana, tetapi juga diwujudkan dalam langkah nyata di tengah masyarakat.