Lima Jenis Olahraga Ringan agar Tubuh Tidak Lemas
- 20 Feb 2026 22:11 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Menjalankan ibadah puasa bukan berarti kita harus berhenti total dari aktivitas fisik. Justru, tubuh yang dibiarkan statis tanpa bergerak cenderung akan merasa lebih cepat lemas dan mengantuk.
Kuncinya adalah memilih jenis olahraga dengan intensitas rendah agar energi tetap terjaga hingga waktu berbuka tiba. Mengacu pada panduan kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI (Kemkes), olahraga saat puasa sangat disarankan untuk menjaga sirkulasi darah tetap lancar. Jenis pertama yang paling mudah adalah jalan santai. Melakukan ngabuburit dengan berjalan kaki selama 15–20 menit di sekitar rumah terbukti efektif membakar kalori tanpa menguras cadangan air tubuh secara berlebihan.
Kedua, Anda bisa mencoba bersepeda santai. Aktivitas ini menjaga kebugaran otot kaki dan jantung dengan beban yang minimal. Namun, pastikan rute yang dipilih adalah jalur datar dan dilakukan saat cuaca sudah mulai sejuk, sekitar 30 menit sebelum azan maghrib, agar tubuh tidak terpapar panas matahari yang memicu dehidrasi.
Bagi Anda yang lebih suka beraktivitas di dalam ruangan, peregangan atau stretching menjadi pilihan ketiga yang sangat praktis. Gerakan sederhana ini membantu otot tetap fleksibel dan mencegah kekakuan setelah seharian bekerja di depan layar. Melakukan peregangan ringan juga dapat memperbaiki postur tubuh dan mengurangi ketegangan syaraf akibat menahan lapar.
Keempat, olahraga yoga sangat direkomendasikan karena fokus pada pengaturan napas. Menurut riset yang dipublikasikan oleh Harvard Health Publishing, teknik pernapasan dalam yoga membantu menyuplai oksigen lebih maksimal ke otak, sehingga rasa pening atau lemas saat puasa bisa berkurang signifikan. Gerakan yoga yang tenang juga menjaga kestabilan emosi selama berpuasa.
Terakhir adalah melakukan pekerjaan rumah tangga yang aktif, seperti menyapu atau menyiram tanaman. Meski terdengar sepele, aktivitas ini dikategorikan sebagai aktivitas fisik fungsional yang membakar kalori secara konsisten. Hal ini selaras dengan anjuran Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk tetap aktif bergerak minimal 150 menit per minggu demi menjaga imunitas tubuh di tengah perubahan pola makan.
Waktu terbaik untuk berolahraga adalah sesaat sebelum berbuka atau dua jam setelah makan besar. Pastikan untuk selalu mendengarkan sinyal tubuh, jika merasa pusing atau sangat haus, segera hentikan aktivitas. Dengan pilihan olahraga yang tepat, tubuh tetap bugar, ibadah pun menjadi lebih maksimal.