Tetap Bugar saat Puasa, Tips Olahraga Aman dan Efektif

  • 22 Feb 2026 15:50 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Berpuasa bukan alasan untuk berhenti bergerak. Justru, tubuh tetap butuh aktivitas fisik agar metabolisme tetap terjaga dan badan tidak terasa lemas.

Banyak orang khawatir olahraga saat puasa bisa bikin dehidrasi atau drop, padahal kalau dilakukan dengan cara yang tepat, manfaatnya tetap bisa dirasakan. Kuncinya ada pada pemilihan waktu, jenis olahraga, dan intensitasnya.

Mengutip informasi kesehatan dari Alodokter.com, olahraga saat puasa tetap aman dilakukan asalkan tidak berlebihan. Tubuh memang tidak mendapat asupan makanan dan minuman selama berjam-jam, tetapi cadangan energi masih bisa digunakan untuk aktivitas ringan hingga sedang.

Yang penting, kenali batas kemampuan diri dan jangan memaksakan kondisi. Jika merasa pusing atau lemas berlebihan, sebaiknya segera berhenti.

Kementerian Kesehatan juga menganjurkan masyarakat untuk tetap aktif secara fisik selama Ramadan. Aktivitas fisik membantu menjaga kebugaran, mengontrol berat badan, serta menjaga kesehatan jantung.

Olahraga ringan hingga sedang selama 30 menit sudah cukup untuk mempertahankan kondisi tubuh. Jadi, tidak perlu latihan berat seperti saat hari biasa.

Lalu, kapan waktu terbaik untuk olahraga saat puasa? Banyak ahli menyarankan waktu menjelang berbuka puasa. Sekitar 30–60 menit sebelum azan magrib, tubuh masih memiliki cukup energi untuk bergerak, dan setelah selesai berolahraga, kita bisa langsung mengganti cairan yang hilang. Ini membantu mencegah dehidrasi berkepanjangan.

Pilihan waktu lain adalah setelah berbuka puasa. Biasanya, olahraga bisa dilakukan sekitar 1–2 jam setelah makan, saat makanan sudah mulai dicerna. Dengan energi yang sudah terisi kembali, tubuh lebih siap untuk aktivitas fisik dengan intensitas sedang. Namun, tetap hindari olahraga terlalu malam agar tidak mengganggu waktu istirahat.

Pilihlah aktivitas yang ringan hingga sedang, seperti, jalan santai, bersepeda ringan, yoga, atau latihan kekuatan dengan beban tubuh bisa jadi pilihan. Hindari olahraga dengan intensitas tinggi seperti lari jarak jauh atau latihan interval berat saat siang hari. Aktivitas berlebihan bisa membuat tubuh cepat kehilangan cairan.

Selain itu, perhatikan juga asupan saat sahur dan berbuka. Konsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, serta cukup cairan. Minum air putih yang cukup, ketika berbuka dan sahur untuk mencegah dehidrasi. Jangan lupa, kurangi minuman berkafein berlebihan karena bisa meningkatkan risiko kehilangan cairan.

Hal yang tak kalah penting adalah mendengarkan sinyal tubuh. Jika merasa sangat lemas, berkunang-kunang, atau jantung berdebar tidak biasa, segera hentikan olahraga. Setiap orang memiliki kondisi fisik yang berbeda, jadi jangan membandingkan diri dengan orang lain. Puasa adalah momen menjaga kesehatan fisik sekaligus spiritual.

Dengan perencanaan yang tepat, olahraga saat puasa justru bisa membuat tubuh terasa lebih segar dan bugar. Tidak perlu memaksakan diri untuk mencapai target berat atau performa tertentu. Fokuslah pada menjaga konsistensi dan kesehatan. Jadi, tetap aktif selama puasa, tapi lakukan dengan bijak dan penuh kesadaran

Rekomendasi Berita