Alasan Suka Menonton Film Sedih saat Galau
- 12 Mar 2026 14:39 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pernahkah kalian memilih menonton film melankolis saat merasa sedih? Pasti beberapa dari kalian pernah melakukannya, ketika sedang mengalami kesedihan atau patah hati, menonton film sedih ternyata bukan upaya untuk menyiksa diri, melainkan coping mechanism untuk memproses emosi yang tertahan.
Menurut Cornelia Pehlke dalam Journal of Consumer Research, seseorang yang sedang berada pada kondisi emosional negatif seperti sedih cenderung mencari konten yang bisa menstimulasi kesedihan agar dapat melepaskan emosi hingga lega. Salah satu alasan utamanya adalah efek katarsis.
Saat merasa galau, sering kali terasa sulit untuk mengeluarkan emosi secara langsung. Film sedih bertindak sebagai katalis yang aman, membuat menangis tanpa harus malu atau merasa harus menjelaskan alasan kesedihan kepada orang lain. Dengan menangis mampu membantu melepaskan emosi dengan mengurangi ketegangan fisik dan mental yang menumpuk di dalam tubuh. Memberi efek lebih tenang setelah film usai.
Menonton film sedih juga memicu pelepasan hormon oksitosin. Dalam studi yang dipimpin oleh Paul J. Zak di 2015, ditemukan bahwa saat seseorang berempati terhadap karakter film yang mengalami penderitaan, otak melepaskan oksitosin.
Hormon ini sering dikaitkan dengan ikatan sosial dan kasih sayang. Peningkatan kadar oksitosin meningkatkan rasa lebih terhubung dengan sesama manusia dan meningkatkan rasa kasih sayang pada diri sendiri (self-compassion). Hal tersebut sangat dibutuhkan saat sedang merasa terpuruk.
Selain sisi emosional, ada juga faktor perbandingan sosial yang disebut sebagai downward social comparison. Saat menyaksikan penderitaan orang lain bahkan karakter fiktif di film, secara tidak sadar mulai membandingkan kondisi diri sendiri dengan mereka.
Seperti penjelasan pada The Psychology of Film, melihat karakter dalam film berjuang melalui masa-masa sulit dapat memberikan perspektif baru bagi penonton. Dirasa mampu membuat masalah pribadi terasa lebih ringan. Bahkan membantu lebih bersyukur atas apa yang dimiliki.
Kegemaran menonton film sedih saat sedang galau bukanlah tanda bahwa seseorang terjebak dalam depresi, melainkan cara otak meregulasi emosi. Selain itu, menciptakan ruang aman untuk memproses emosi tanpa malu dan terbebani, mendapatkan validasi perasaan, hingga memicu hormon yang mampu meningkatkan rasa kasih sayang pada diri sendiri. Jadi, jangan merasa aneh jika menyukai film sedih saat suasana hati sedang tidak menentu.