Wisata Religi Kabupaten Kuansing Makam Datuk Shaykh al-Azhar

  • 04 Mar 2026 13:00 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Kuansing - Makam Datuk Shaykh al-Azhar menjadi salah satu destinasi wisata religi yang cukup dikenal masyarakat di Kabupaten Kuantan Singingi. Tokoh ini diyakini sebagai ulama besar yang berperan dalam penyebaran Islam di wilayah Kuantan pada masa silam.

Keberadaan makam tersebut bukan hanya menjadi tempat ziarah, tetapi juga simbol sejarah masuk dan berkembangnya ajaran Islam di daerah pedalaman Riau. Setiap tahun, terutama menjelang Ramadan dan pada hari-hari besar Islam, makam ini ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah untuk berdoa dan mengenang jasa sang ulama.

Laman Website Dinas Pariwisata Kabupaten Kuantan Singingi, Menyebutkan, Datuk Shaykh al-Azhar dikenal sebagai sosok alim yang mengajarkan ilmu tauhid, fikih, serta tasawuf kepada masyarakat Kuantan. Ia disebut-sebut memiliki hubungan keilmuan dengan ulama dari luar Sumatera, sehingga ajaran yang dibawanya berkembang luas dan diterima masyarakat adat.

Perpaduan antara nilai adat dan syariat yang diajarkan menjadi fondasi kuat dalam kehidupan sosial masyarakat Kuantan Singingi hingga kini. Hal ini selaras dengan filosofi Melayu yang menempatkan agama sebagai sendi utama kehidupan.

Selain bernilai sejarah, makam Datuk Shaykh al-Azhar kini menjadi bagian dari potensi wisata religi di Kabupaten Kuantan Singingi. Pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata mendorong pengembangan situs-situs sejarah Islam sebagai daya tarik wisata budaya.

Akses menuju lokasi makam relatif mudah dijangkau, baik menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Lingkungan sekitar makam juga terjaga kebersihannya berkat swadaya masyarakat setempat.

Kehadiran peziarah turut memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar, seperti pedagang makanan, penjual bunga, hingga jasa parkir. Meski demikian, tokoh agama setempat tetap mengingatkan agar kegiatan ziarah dilakukan sesuai tuntunan syariat, yakni untuk mendoakan, bukan mengkultuskan.

Situs makam ulama seperti Datuk Shaykh al-Azhar memiliki nilai penting dalam menelusuri jejak Islamisasi di wilayah Riau daratan. Dokumentasi dan penelitian lebih lanjut dinilai perlu dilakukan agar sejarahnya dapat tersusun secara ilmiah dan tidak hanya berdasarkan tradisi lisan.

Pelestarian situs makam juga menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun masyarakat, agar generasi muda tetap mengenal tokoh-tokoh ulama yang berjasa dalam membangun peradaban Islam di daerahnya.

Rekomendasi Berita