Mengenal Arti Yuanxiao Jie Kuaile

  • 02 Mar 2026 14:25 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Di sebuah kampung tua di negeri Tiongkok, hiduplah seorang gadis bernama Mei Lin. Ia bekerja di istana sebagai penenun kain sutra yang halus dan indah. Meski hidupnya berkecukupan, hatinya selalu diliputi rindu kepada orang tua dan keluarganya di kampung halaman.

Hari-harinya dilalui dengan tenang, hingga suatu malam di awal tahun baru, Mei Lin duduk termenung di sudut taman istana. Air matanya menetes pelan. Ia teringat bagaimana dahulu keluarganya berkumpul, menyalakan lampion, memakan bola-bola ketan manis, dan tertawa bersama di bawah cahaya bulan purnama.

Seorang lelaki tua penjaga taman melihat kesedihan Mei Lin. Dengan suara lembut ia bertanya, “Mengapa engkau bersedih, Nak?”

Mei Lin menjawab lirih, “Hari ini seharusnya aku merayakan kebersamaan dengan keluargaku. Di kampung, kami biasa merayakan hari lampion. Kami saling mengucapkan Yuanxiao Jie Kuaile, tetapi kini aku sendirian.”

Lelaki tua itu tersenyum. “Tahukah engkau arti ucapan itu?”

Mei Lin menggeleng.

“Yuanxiao Jie adalah Festival Lampion, yang dirayakan pada malam bulan purnama pertama setelah Tahun Baru. Sedangkan Kuaile berarti bahagia. Jadi, Yuanxiao Jie Kuaile berarti ‘Selamat Hari Festival Lampion, semoga bahagia.’ Ucapan itu bukan sekadar kata-kata. Ia adalah doa agar setiap orang merasakan terang, harapan, dan kebersamaan, di mana pun mereka berada.”

Mendengar itu, Mei Lin terdiam. Ia menatap bulan yang bulat dan terang di langit. Meski jauh dari keluarga, cahaya bulan yang sama juga menyinari kampung halamannya.

Keesokan harinya, lelaki tua itu mengusulkan kepada penghuni istana untuk merayakan Festival Lampion bersama. Mereka membuat lampion dari kertas warna-warni, menuliskan harapan di dalamnya, lalu menggantungkannya di halaman istana. Ada yang menuliskan harapan kesehatan, keberuntungan, dan kebahagiaan bagi keluarga mereka.

Malam itu, istana yang biasanya sunyi berubah menjadi lautan cahaya. Mei Lin membagikan bola-bola ketan manis kepada teman-temannya. Dengan senyum yang tulus, ia mengucapkan kepada setiap orang, “Yuanxiao Jie Kuaile.”

Suasana hangat dan penuh kebersamaan membuat hatinya terasa ringan. Ia menyadari bahwa makna Festival Lampion bukan hanya tentang pulang ke rumah, tetapi juga tentang menyalakan cahaya kebahagiaan di hati, di mana pun kita berada.

Rekomendasi Berita