Xyllo Parfum, Brand Lokal Pontianak Karya Anak Muda yang Terus Bertumbuh
- 26 Feb 2026 11:41 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Kreativitas anak muda Pontianak kian menunjukkan perannya dalam menggerakkan ekonomi lokal. Salah satunya melalui kehadiran Xyllo Parfum, merek parfum lokal yang digagas anak-anak muda dan kini mulai mencuri perhatian pasar.
Owner Xyllo Parfum, Febri, mengatakan usaha ini lahir dari keresahan generasi muda khususnya dia dan teman-temannya terhadap produk parfum yang dinilai kurang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Mulai dari aroma yang tidak tahan lama, menimbulkan rasa panas di kulit, hingga kualitas yang tidak sesuai dengan ekspektasi saat dibeli secara daring.
"Dari situ muncul ide membuat parfum dengan karakter berbeda, tidak pasaran, tapi tetap nyaman digunakan. Kami ingin anak-anak lokal Pontianak bangga memakai parfum brand sendiri," ujar Febri.
Nama Xyllo diambil dari kata xyllo yang berarti kayu, melambangkan pertumbuhan. Filosofi ini sejalan dengan harapan agar brand lokal Pontianak dapat terus berkembang dan bersaing, bahkan hingga ke pasar internasional.
Meski baru berdiri sejak 2025 dan belum genap satu tahun, Xyllo Parfum mencatat penjualan sekitar 7.000 piece. Produk dipasarkan melalui toko daring di TikTok dan Instagram, serta tiga gerai offline yang tersebar di Jalan KH Ahmad Dahlan. Jalan Swignyo, dan Kota Singkawang.
"Pelayanan jadi pembeda utama kami. Kalau ada komplain, misalnya soal ketahanan aroma, langsung kami ganti. Kami ingin konsumen wangi dan pulang dengan rasa senang," kata Febri.
Dari sisi harga, Xyllo Parfum dibanderol mulai Rp45 ribu hingga Rp2 juta, tergantung grade. Bahkan untuk varian terendah, kualitas minimal setara Eau de Parfum (EDP) dengan daya tahan sekitar empat jam.
Keunikan lain Xyllo Parfum terletak pada penggunaan bahan lokal Kalimantan Barat, seperti aroma gaharu yang diolah dari esens tumbuhan setempat. Bahan-bahan ini dipertahankan untuk menjaga identitas lokal sekaligus kualitas produk.
"Kami ingin brand lokal tetap menggunakan kekayaan daerah sendiri, bukan bergantung pada bahan dari luar," ujar Febri.
Seluruh karyawan Xyllo Parfum merupakan anak muda Pontianak. Selain mengembangkan bisnis, usaha ini juga membuka lapangan kerja dan berkontribusi mengurangi angka pengangguran di daerah.
Ke depan, Xyllo Parfum menargetkan penambahan cabang, tidak hanya di Kalimantan Barat, tetapi juga di berbagai wilayah Asia. Langkah ini menjadi bukti bahwa usaha kreatif anak muda Pontianak memiliki potensi besar untuk naik kelas dan bersaing di tingkat global.