“Bulan yang Baik”, Lagu Sal Priadi tentang Kerinduan di Ramadan

  • 27 Feb 2026 21:50 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Bulan suci Ramadan identik dengan momen kebersamaan dan tradisi pulang ke kampung halaman. Namun, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk mudik dan berkumpul bersama keluarga saat Lebaran tiba.

Bulan Yang Baik - song and lyrics by Sal Priadi | Spotify
87.53%

Dalam suasana rindu tersebut, lagu “Bulan yang Baik” dari Sal Priadi terasa begitu relevan. Lagu yang dirilis pada 23 April 2021 ini kerap kembali diputar setiap memasuki Ramadan dan Idulfitri.

Secara makna, “bulan yang paling baik” dalam lagu tersebut dapat dimaknai sebagai Ramadan. Bulan yang penuh berkah, doa, dan harapan untuk berkumpul bersama keluarga, tetapi terkadang harus dijalani dengan jarak dan kerinduan.

Lirik “lari ke hadapan orang yang kusayang” menggambarkan hasrat sederhana seorang perantau untuk segera sampai di rumah. Ada kerinduan untuk mencium tangan orang tua dan merasakan kembali hangatnya kebersamaan keluarga.

Sementara kalimat “Tuhan, bolehkah? Ini yang aku perjuangkan” terdengar seperti doa lirih yang dipanjatkan. Seolah menjadi ungkapan harapan agar suatu hari dapat kembali dan dipertemukan dalam keadaan yang lebih baik.

Metafora “ingin kubenamkan wajahku di telapak tanganmu yang wangi dan terbuka” menghadirkan simbol pelukan ibu atau suasana rumah yang menenangkan. Rumah digambarkan sebagai tempat paling aman setelah perjalanan panjang kehidupan.

Dalam konteks tak bisa mudik, lagu ini menjadi refleksi tentang rindu yang disampaikan melalui doa. Perasaan jarak dan keterbatasan diterjemahkan Sal Priadi menjadi karya yang lembut namun menggetarkan.

“Bulan yang Baik” akhirnya bukan sekadar lagu tentang Ramadan, tetapi tentang harapan untuk pulang. Meski Lebaran dijalani dari jauh, keyakinan untuk kembali berkumpul tetap hidup di bulan yang baik berikutnya.

Rekomendasi Berita