Didik Anak, Orang Tua Jangan Mau dikalahkan AI

  • 03 Jan 2026 19:02 WIB
  •  Pontianak

KBRN, Pontianak: Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) saat ini begitu pesat. Peran orang tua dinilai semakin penting agar tetap menjadi rujukan utama bagi anak-anak dalam mencari jawaban dan nilai kehidupan.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Muhajirin Yanis saat menanggapi hal tersebut mengatakan, sebagai bentuk keprihatinan terhadap kecenderungan anak-anak yang mulai lebih sering bertanya dan berkonsultasi kepada teknologi AI dibandingkan kepada orang tua mereka sendiri. Ia menilai kondisi ini berpotensi menggeser posisi orang tua sebagai teladan dan sumber pembelajaran utama di lingkungan keluarga.

“Orang tua harus kita posisikan sebagai rujukan utama bagi anak-anak. Jangan sampai anak-anak tidak lagi bertanya kepada orang tuanya, tetapi justru lebih percaya dan bergantung pada AI,” ucap Muhajirin usai kegiatan Hari Amal Bakti Kemenag ke-80 di Pontianak, Sabtu (3/1/2026).

Selain itu, muncul pula kekhawatiran terkait pengelolaan dan pemanfaatan data yang dikumpulkan oleh teknologi AI. Data-data tersebut dikhawatirkan dapat dibelokkan atau disalahgunakan oleh kelompok tertentu, sehingga informasi yang diterima anak-anak justru tidak sesuai dengan nilai kebenaran yang diharapkan.

“Jangan sampai sesuatu yang kita harapkan benar, justru yang didapatkan anak-anak adalah hal yang tidak benar,” ujar Muhajirin, menegaskan.

Karena itu, pendidikan orang tua dinilai sangat penting agar mereka mampu mendampingi anak-anak dalam menghadapi perkembangan teknologi. Pendampingan yang tepat diharapkan dapat membantu anak-anak menggunakan teknologi secara bijak dan kritis.

"Selain peran orang tua, guru-guru agama juga diimbau untuk memberikan pendidikan yang tidak hanya bersifat teori, tetapi disertai dengan keteladanan nyata," katanya.

Baca juga: Prodi PAI Dorong Inovasi Media Pembelajaran Berbasis AI

Rekomendasi Berita