Menuju Indonesia Emas, Pemuda Kalbar Harus bersemangat Muda, Berani, dan Berbudaya

  • 21 Feb 2026 10:45 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak – Menyongsong visi Indonesia Emas 2045, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalbar sekaligus guru besar IAIN Pontianak Prof. Ibrahim menekankan pentingnya kesadaran kolektif pemuda di tengah fenomena Bonus Demografi. Berdasarkan data, pada tahun 2025 jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) di Indonesia mencapai 199,28 juta jiwa atau sekitar 68,92% dari total populasi.

“Pemuda adalah pemegang kendali keberhasilan bonus demografi ini. Kalian adalah agen perubahan, pembangunan, dan pembaharuan yang memiliki fisik kuat serta semangat tinggi untuk menentukan arah masa depan bangsa,” ujar Guru Besar Ilmu Komunikasi Islam IAIN Pontianak tersebut, Jumat, 20 Februari 2026.

Guru Besar Ilmu Komunikasi Islam dan Antarbudaya IAIN Pontianak ini menjelaskan bahwa menjadi "Muda" dan "Berani" saja tidaklah cukup. Generasi muda harus memiliki benteng budaya yang kuat sebagai identitas diri.

Muda (Pe-muda); masa penentu untuk tumbuh menjadi generasi yang siap mengemban estafet kepemimpinan. Berani; dimana pemuda harus memiliki keberanian yang tangguh dalam berjuang dan berkompetisi di tengah ketatnya persaingan hidup. Berbudaya; dimana pemuda harus mampu mengukuhkan norma sosial dan nilai agama sebagai benteng pertahanan diri dari pengaruh negatif globalisasi.

“Pemuda bukan hanya perlu keberanian yang tangguh dalam berjuang, tapi mesti memiliki benteng budaya—baik norma sosial maupun nilai agama—yang juga kuat,” kata Ibrahim.

Ia juga menyoroti berbagai tantangan yang mengintai integrasi bangsa, mulai dari pengaruh globalisasi informasi hingga persoalan sosial-politik-agama. Sebagai solusinya, Ibrahim mendorong pemuda untuk menguasai dua aspek penting secara beriringan, Iptek (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) dan Imtak (Iman dan Taqwa).

Generasi yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045 adalah mereka yang kreatif, inovatif, dan berkarakter—memiliki rasa nasionalisme tinggi namun tetap moderat dalam beragama.

Pemuda Hari Ini, Pemimpin Masa Depan

Ibrahim mengutip pepatah Arab yang menekankan betapa krusialnya peran pemuda: “Syubbanul yaum rijalul ghad” (Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan). Ia mengingatkan bahwa maju mundurnya suatu bangsa berada di tangan dan langkah kaki para pemudanya.

Karena itu, Ibrahim mengapresiasi atas inisiasi Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia yang sudah menggelar diskusi terfokus dengan salah satu sub temanya yakni "Muda, Berani, dan Berbudaya: Membangun Kesadaran Generasi Muda Kalimantan Barat" di Hotel Mercure Pontianak, Selasa, 10 Februari 2026.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Divisi Humas Mabes Polri ini diharapkan dapat memicu semangat pemuda di Kalimantan Barat untuk terus melestarikan budaya lokal sambil tetap terbuka terhadap kemajuan zaman demi menjaga integritas NKRI, Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Baca juga: Cegah Radikalisme Pelajar Via Medsos, FKPT Kalbar Perkuat Sinergi Berdampak Nyata

Rekomendasi Berita